← Beranda
HJKS ke-733, Gerindra: Surabaya Harus Jadi Kota Global yang Inklusif, Berkeadilan, dan Berkarakter
AntaraSenin, 1 Juni 2026 | 13.20 WIB
Ketua DPC Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya Armuji memaparkan capaian dan arah pembangunan saat puncak peringatan Hari Jadi ke-733 Kota Surabaya (HJKS) di halaman Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5).

Armuji mengatakan peringatan HJKS momentum untuk mengingat kembali jati diri Surabaya sebagai kota perjuangan. Surabaya tumbuh dan berkembang melalui semangat gotong royong serta persatuan seluruh warga.

"Surabaya besar bukan karena satu orang atau satu kelompok, tetapi karena kerja sama seluruh warganya dari kampung, balai RW, sekolah, pasar, tempat ibadah, ruang usaha hingga ruang pelayanan publik," ujar Armuji dilansir dari Antara.

Pemkot Surabaya mengusung tema Pancasila Kuat, Surabaya Hebat yang menjadi pengingat bahwa seluruh proses pembangunan harus tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Tema Pancasila Kuat Surabaya Hebat, mengingatkan kita bahwa kemajuan kota harus berpijak pada nilai-nilai dasar bangsa," kata Armuji.

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra Surabaya Cahyo Harjo Prakoso menyebut, momentum Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 menjadi saat yang tepat untuk menyempurnakan arah pembangunan Kota Pahlawan. Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dan simpul ekonomi Indonesia Timur, Surabaya perlu terus memperkuat pembangunan yang inklusif, berkeadilan, berkarakter, serta selaras dengan program strategis pemerintah pusat.

Menurut Cahyo, Surabaya memiliki posisi strategis sebagai kota terbesar kedua di Indonesia sekaligus gerbang perekonomian Jawa Timur. Karena itu, arah pembangunan ke depan harus mampu menjadi contoh keberhasilan pembangunan nasional yang berpihak kepada masyarakat.

“Surabaya harus menjadi miniatur pembangunan Indonesia. Tidak hanya dalam bidang ekonomi, tetapi juga kehidupan sosial, kreativitas anak muda, dan kualitas hidup masyarakat sampai ke kampung-kampung,” kata Cahyo. 

Dia mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam menjalankan berbagai program strategis pemerintah pusat. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu segera diselesaikan agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah Program Sekolah Rakyat yang hingga kini masih dalam proses pembangunan. Cahyo berharap proyek tersebut segera rampung sehingga dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru.

“Kami melihat komitmen pemerintah kota sudah baik. Tetapi beberapa program strategis masih membutuhkan percepatan agar manfaatnya bisa segera dirasakan masyarakat,” ujar Anggota Komisi E DPRD Jatim itu. 

Selain itu, dia juga berharap pengembangan Koperasi Merah Putih dapat dipercepat. Menurutnya, program tersebut menjadi instrumen penting untuk menggerakkan ekonomi berbasis kampung dan memperkuat pelaku usaha kecil.

“Koperasi Merah Putih adalah cara membangun ekonomi dari bawah. Karena itu jumlah titik dan progres pelaksanaannya perlu terus ditingkatkan,” kata Cahyo Harjo Prakoso.

Cahyo turut memberi perhatian terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Berdasar data yang dihimpun, Surabaya idealnya memiliki 177 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), namun saat ini baru sekitar 15 persen yang beroperasi.

“Cakupan penerima manfaat MBG harus terus ditingkatkan. Kalau 177 dapur SPPG bisa terwujud, program ini berpotensi menyerap sedikitnya 8.300 tenaga kerja lokal,” ujar Cahyo Harjo Prakoso.

Dia menilai salah satu kendala pelaksanaan MBG di Surabaya adalah keterbatasan lahan untuk pembangunan dapur SPPG. Karena itu, diperlukan dukungan dan fleksibilitas kebijakan dari pemerintah pusat agar program dapat berjalan optimal di kota metropolitan.

“Mungkin perlu ada diskresi khusus dari Badan Gizi Nasional bagi kota-kota besar seperti Surabaya yang memiliki keterbatasan lahan agar program ini bisa berjalan lebih optimal,” ungkap Cahyo Harjo Prakoso.

Selain itu, Cahyo juga mengapresiasi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dinilai sudah berjalan cukup baik. Namun dia menilai tingkat partisipasi masyarakat masih perlu ditingkatkan melalui sosialisasi yang lebih masif hingga tingkat kampung.

“Cakupan CKG sudah baik, tetapi aktivasinya masih perlu diperkuat melalui kecamatan, kelurahan, dan Kader Surabaya Hebat agar masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan,” terang Cahyo Harjo Prakoso.

Menjelang  usia ke-733, Cahyo berharap Surabaya terus berkembang menjadi kota global yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga memiliki transportasi publik yang baik, pelayanan yang merata, serta pembangunan yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Semoga Surabaya semakin maju, semakin berkeadilan, semakin inklusif, dan menjadi kota global yang benar-benar menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh warganya,” tandas Cahyo Harjo Prakoso.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah