← Beranda
DPRD Surabaya Panggil SPPG Tembok Dukuh usai Ratusan Siswa Keracunan MBG
Novia HerawatiSenin, 18 Mei 2026 | 15.10 WIB
Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla kepada awak media, Senin (11/5). (Novia Herawati/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya akan menggelar hearing dan memanggil pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, besok, Rabu (13/5).

Pemanggilan ini berkaitan dengan insiden ratusan siswa dan sejumlah guru, mengalami keracunan setelah menyantap menu makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (11/5) kemarin.

Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri mengatakan Komisi D yang membidangi pendidikan dan kesehatan, akan menggelar hearing bersama pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

“Teman-teman di Komisi D akan melakukan hearing dan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kasus seperti ini jangan sampai terulang kembali di Kota Surabaya,” tuturnya kepada awak media, Selasa (12/5).

Selain pengelola SPPG Tembok Dukuh, Komisi D DPRD Kota Surabaya akan memanggil dinas terkait (Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan), pihak sekolah penerima MBG, untuk membahas standar keamanan pangan.

“Kalau ini (kasus keracunan) berulang, orang tua siswa dan anak-anak akan takut mengonsumsi Makan Bergizi Gratis. Padahal program ini tujuannya baik untuk pemenuhan gizi anak-anak,” imbuh politisi yang akrab disapa Ipuk.

Ia berharap program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan, namun pengawasan serta standar kebersihan makanan harus dievaluasi secara menyeluruh agar insiden keracunan serupa tak kembali terjadi.

“Kalau melihat situasi sekarang, MBG tetap jalan. Tapi paling tidak harus ada standarisasi dalam melakukan kontrol agar supaya tidak terjadi kembali,” ujar politikus senior PDI Perjuangan tersebut.

Selain memastikan makanan layak konsumsi, standar higienitas, kualitas bahan, proses pengolahan, hingga distribusi ke sekolah harus diawasi ketat agar keamanan pangan bagi siswa tetap terjamin.

“Bagaimana MBG ini terus berjalan, tetapi juga harus ada standar higienis. Apakah makanan itu benar-benar aman, tidak beracun atau tidak mengandung sesuatu yang mengakibatkan keracunan, ini harus dipastikan,” tegas Ipuk.

Sementara itu, anggota Komisi D Surabaya, Imam Syafi'i membenarksm bahwa pihaknya akan menggelar hearing besok, Rabu (13/5), dengan agenda membahas insiden keracunan massal MBG di Tembok Dukuh.

Dalam hearing besok, Komisi D DPRD Kota Surabaya akan meminta keterangan dari berbagai pihak, termasuk pengelola SPPG mengenai penyebab dugaan keracunan dan solusi agar insiden tidak berulang.

"Komisi D sangat prihatin dengan kejadian tersebut. Ini korban keracunan MBG terbesar di Surabaya. Kami akan mengundang pihak terkait untuk mencari solusi supaya tidak terjadi lagi ke depannya," ujar Imam.

Klarifikasi SPPG Tembok Dukuh, Klaim Olah Makanan Sesuai Prosedur
Sekitar 200 siswa yang berasal dari 12 sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di Kecamatan Bubutan, Surabaya mengalami keracunan setelah menyantap makanan program MBG pada Senin pagi (11/5).

Korban dilarikan ke Puskesmas Tembok Dukuh dan RSIA IBI Surabaya. Adapun menu MBG yang dimakan korban berasal dari satu dapur, yakni SPPG Tembok Dukuh di Kecamatan Bubutan, Surabaya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan yang diduga terjadi setelah ratusan korban menyantap menu MBG dari dapurnya.

"Kami mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang terdampak, kepada siswa dan guru yang keracunan makanan kita. Dari kami akan bertanggung jawab penuh terhadap pengobatan," ujar Chafi.

Kendati demikian, Chafi menegaskan bahwa bahan makanan yang dipakai dalam kondisi segar. Proses pengolahan hingga penyajian dalam ompreng MBG juga sudah dilakukan sesuai prosedur BGN yang berlaku.

"Dagingnya nggak basi, karena saat kita terima dagingnya sudah bagus. Memang daging itu kan bahan yang sangat riskan banget gitu. Bumbunya pun sudah sesuai sama resep dan standar masaknya begitu," tegasnya.

Atas insiden ini, operasional dapur MBG di SPPG Tembok Dukuh dihentikan sementara waktu. Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan dari BBLK Surabaya keluar. 

EDITOR: Estu Suryowati