JawaPos.com - Tak hanya siswa, sejumlah guru di Surabaya juga menjadi korban keracunan massal setelah menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan SPPG Tembok Dukuh.
Hal itu diungkapkan Direktur Utama Rumah Sakit Ibu dan Anak Ikatan Bidan Indonesia (RSIA IBI) Surabaya, dokter Ramli Tarigan. RSIA IBI sendiri menjadi rumah sakit rujukan ratusan korban keracunan MBG yang terjadi pada Senin (11/5).
"Kemarin ada (korban) guru juga, tapi itu rawat jalan, ada 5 orang guru. Jadi totalnya korban yang dirujuk ke sini, update terakhir 129 orang, yakni 5 guru dan 124 orang siswa," tutur Ramli kepada awak media, Selasa (12/5).
Selain dirujuk ke RSIA IBI, korban keracunan program MBG di Surabaya juga dirujuk ke Puskesmas Tembok Dukuh. Mayoritas korban mengalami gejala pusing, mual, hingga diare.
Salah satu guru yang menjadi korban adalah Kepala SD Pancasila 45 Surabaya Subandriyo. Ia mengatakan bahwa sebelum paket makanan MBG dibagikan ke siswa, pihak guru mengetesnya terlebih dulu.
"Kemarin mobil MBG datang sekitar pukul 09.30 WIB, terus kebetulan hari itu saya yang tester, saya cicipi, saya cek, bau (basi, Red) apa tidak, kalau bau pasti saya instruksikan 'nggak usah dimakan'," ujarnya kepada JawaPos.com, Selasa (12/5).
Subandriyo menyebut tak ada yang aneh dari rasa dan tekstur paket menu MBG hari itu, yakni berisi nasi putih, daging krengsengan, tahu goreng, tumis kacang dan wortel, serta potongan jeruk.
"Kemarin tester itu nggak bau (makanannya), nggak ada rasa aneh, justru menurut saya, (masakan) kemarin itu yang paling enak. Lauknya daging dan anak-anak pun lahap, banyak yang habis," imbuhnya.
Kejanggalan baru terasa setengah jam setelah Subandriyo menyantap menu MBG tersebut. Ia tiba-tiba merasa pusing dan mual. Beberapa saat kemudian, siswa-siswinya juga mengalami gejala serupa.
"Saya ke belakang, terus lihat ada anak kelas 2 itu muntah-muntah, terus saya mikir, masa keracunan, ternyata benar. Sudah saya langsung hubungi SPPG dan bawa anak-anak ke puskesmas," tutur Subandriyo.
Total ada 71 siswa di SD Pancasila 45 Surabaya yang menjadi korban keracunan. Dari jumlah tersebut, 22 di antaranya dilarikan ke RSIA IBI Surabaya. Selain siswa, 4 guru termasuk dirinya juga menjadi korban.
"Ada 4 guru di sini yang juga kena keracunan, saya, terus guru tari, guru kelas 2, dan guru kelas 3 selaku koordinator MBG SD Pancasila 45. Gejalanya mual-mual sama pusing," ujar guru kelahiran Gresik itu.
Klarifikasi SPPG Tembok Dukuh, Klaim Olah Makanan Sesuai Prosedur
Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan yang diduga terjadi setelah ratusan korban menyantap menu MBG dari dapurnya.
"Kami mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang terdampak, kepada siswa dan guru yang keracunan makanan. Dari kami, kami akan bertanggung jawab penuh terhadap pengobatan," ujar Chafi.
Kendati demikian, Chafi menegaskan bahwa bahan makanan yang dipakai dalam kondisi segar. Proses pengolahan hingga penyajian dalam ompreng (piring seng) MBG juga sudah dilakukan sesuai prosedur yang disyaratkan BGN.
"Dagingnya nggak basi, karena saat kita terima dagingnya sudah bagus. Memang daging itu kan bahan yang sangat riskan banget gitu. Bumbunya pun sudah sesuai sama resep dan standar masaknya begitu," tegasnya.
Chafi tak menampik bahwa dapur MBG tersebut memang baru beroperasi selama 3 bulan sejak 2026. Namun, ia mengklaim pihaknya telah mengantongi izin dan sertifikasi yang disyaratkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
"Sertifikasi sudah, lengkap semua. Memang ini kejadian di luar kontrol kita. Untuk tindak lanjut dari SPPG, kita bertanggung jawab penuh terhadap anak-anak yang menjadi korban, dan kami akan banyak evaluasi," pungkas Chafi.
Baca Juga: Keracunan Massal Program MBG di Surabaya, 7 Siswa Masih Dirawat di Rumah Sakit
Baca Juga: Sunyi dan Tertutup Rapat, Begini Suasana Dapur MBG di Surabaya Usai Insiden Keracunan Massal
Atas insiden ini, operasional dapur MBG di SPPG Tembok Dukuh dihentikan sementara waktu. Penghentian dilakukan sambil menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan dari BBLK Surabaya keluar. (*)