JawaPos.com - Insiden ratusan siswa diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), ditanggapi serius oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh, Bubutan, Kota Surabaya.
Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Najla mengatakan pihaknya langsung menarik semua distribusi ompreng MBG yang disalurkan ke 13 sekolah, sesaat setelah menerima laporan keracunan yang menimpa sekitar 200 siswa.
"Biasanya mendistribusikan 3.020 porsi setiap harinya, tetapi hari ini hanya mendistribusikan 2 ribu sekian, karena saat saya menerima informasi bahwa ada sekolah yang keracunan, langsung saya stop," ujarnya, Senin (11/5).
Tidak hanya itu, SPPG Tembok Dukuh juga menghentikan sementara operasional hingga waktu yang belum ditentukan. Chafi berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh pasca insiden ini.
"Kita berhenti operasional kita evaluasi dulu sampai semua benar-benar baik baru kita lihat kelanjutannya seperti apa. (Sampai kapan), yang jelas nunggu hasil laboratorium sampel makanan," imbuhnya.
Meski baru beroperasi selama 3 bulan sejak Februari 2026, Chafi menegaskan bahwa SPPG Tembok Dukuh telah mengantongi berbagai izin dan sertifikasi yang disyaratkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
"Sertifikasi sudah, lengkap semua. Memang ini kejadian di luar kontrol kita. Untuk tindak lanjut dari SPPG, kita bertanggung jawab penuh terhadap anak-anak yang menjadi korban, dan kami akan banyak evaluasi," ucap Chafi.
Ia juga mengklaim bahan makanan yang diterima dalam kondisi baik atau fresh. Proses pengolahan hingga penyajian makanan ke dalam ompreng MBG pun dilakukan sesuai prosedur yang diterapkan BGN.
"Dagingnya nggak basi, karena saat kita terima dagingnya sudah bagus. Memang daging itu kan bahan yang sangat riskan banget gitu. Bumbunya pun sudah sesuai sama resep dan standar masaknya begitu," tegasnya
Ketika ditanya mengenai penyebab keracunan, Chafi belum bisa berkomentar banyak. Namun yang jelas, sampel menu makanan MBG hari ini sedang diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLK) Surabaya.
"Kita observasi dulu, baru kita evaluasi bersama-sama. Nanti kita serahkan kepada pihak BGN, lebih baik menunggu hasil dari Dinkes. Kami mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak yang terdampak," pungkas Chafi.
Kronologi singkat
Ratusan siswa yang berasal dari 12 sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di Surabaya mengalami keracunan usai menyantap makanan MBG pada Senin pagi (11/5).
Mereka dilarikan ke Puskesmas Tembok Dukuh dan RSIA IBI Surabaya. Adapun menu MBG yang dimakan korban berasal dari satu dapur SPPG yang terletak di Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya.
Kepala Puskesmas Tembok Dukuh, Tyas Pranadani menyebut laporan dugaan keracunan diterima sekitar pukul 09.00 WIB. berbagai sekolah dilaporkan mengalami keluhan setelah menyantap MBG dari dapur yang sama.
Kepla Puskesmas Tembok Dukuh Surabaya, drg Tyas Pranadani mengatakan, total ada 200 siswa dari 12 sekolah yang diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu MBG dari dapur SPPG yang sama.
Ia menjelaskan gejala yang dialami para korban berupa mual dan pusing. Berdasarkan keterangan guru, dugaan sementara keracunan dipicu oleh hidangan berbahan daging yang disajikan dalam menu tersebut.
"Kalau dari pantauan kami dan dari laporan dari guru-guru itu, biasanya nggak dikasih daging, hari ini ada daging. Jadi mungkin dari dagingnya, karena selama ini nggak pernah dikasih daging," ujar Tyas.