← Beranda
Pemkot Surabaya Gandeng Swasta Tambah Lima SPKLU Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik
Dian Wahyu PratamaSabtu, 9 Mei 2026 | 13.02 WIB
Pemkot Surabaya gandeng swasta tambah SPKLU. (Dishub untuk Jawa Pos) 

 

JawaPos.com–Pemkot Surabaya menambah fasilitas stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di lima titik strategis. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mempercepat transisi penggunaan kendaraan listrik sekaligus mendukung program nasional elektrifikasi transportasi.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Trio Wahyu Bowo mengatakan, lima titik SPKLU tersebut tersebar di kawasan kantor pemkot, Gedung Siola, Park and Ride Jalan Mayjend Sungkono, Park and Ride Jalan Arief Rahman Hakim, serta Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ). Salah satu yang sudah siap digunakan berada di TIJ dan telah diresmikan untuk umum.

”Yang sudah siap ini di TIJ dan hari ini kita resmikan agar bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Trio Wahyu Bowo.

Baca Juga: Pengembangkan Lanjutkan Pembangunan JLDB, Pemkot Surabaya Lelang Jembatan

Trio mengatakan keberadaan SPKLU menjadi bagian penting dalam mendukung peralihan kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik. Fasilitas ini juga menjadi bentuk komitmen pemkot dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi energi dan pengurangan emisi.

”Ini untuk menunjang program elektrifikasi kendaraan sekaligus mengurangi polusi,” kata Trio Wahyu Bowo.

Dia menjelaskan, kendaraan listrik dinilai memiliki sejumlah keunggulan, terutama dari sisi ramah lingkungan dan ketahanan energi. Selain mengurangi emisi, penggunaan listrik sebagai energi alternatif dinilai lebih stabil dalam berbagai kondisi global.

Baca Juga: 9 Tahun Beroperasi, Sindikat Joki UTBK di Surabaya Layani 150 Klien, 114 Lolos Kampus Impian

”Kendaraan listrik lebih ramah lingkungan dan tidak bergantung pada bahan bakar konvensional,” terang Trio Wahyu Bowo.

Pemkot juga telah mengoperasikan 13 unit bus listrik sebagai transportasi publik ramah lingkungan. Keberadaan SPKLU diharapkan dapat menunjang operasional armada tersebut, terutama saat membutuhkan pengisian daya di tengah perjalanan.

”Bus listrik nantinya juga bisa memanfaatkan SPKLU ini saat kehabisan daya,” jelas Trio Wahyu Bowo.

Sementara itu, Manajer SPKLU Utomo Charge Plus Anthony Utomo menyebutkan, lima titik tersebut dipilih karena memiliki tingkat mobilitas tinggi. Lokasi strategis dinilai penting agar fasilitas dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

”Lokasi ini memiliki traffic tinggi dan paling siap untuk digunakan publik,” tutur Anthony Utomo.

Anthony menambahkan, pemasangan fasilitas SPKLU ini sebagai langkah awal kolaborasi antara Utomo Charge Plus bersama Pemkot Surabaya dalam memfasilitasi warga tanpa harus membebani anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Rencananya, setelah kolaborasi ini berjalan, Utomo Chage Plus akan mengembangkan SPKLU di titik lain di Kota Surabaya ke depannya. Tarifnya, lanjut dia, cukup murah, sekitar Rp 2.467 per KwH. 

Baca Juga: Pentas Budaya dan Tausiyah Gus Iqdam di Jepang Dihadiri Seribuan WNI

”Untuk tarifnya disesuaikan dengan peraturan Kementerian ESDM. Ini adalah upaya komitmen kita untuk Pemkot Surabaya, supaya pengguna memiliki kenyamanan dalam menggunakan (SPKLU) sesuai yang diatur oleh pemerintah, dan mudah-mudahan bisa membantu masyarakat Surabaya dalam menggunakan kendaraan listrik,” ucap Anthony Utomo.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah