← Beranda
Pelaku Begal Mahasiswi di Pasuruan Bukan Residivis, Tapi Sudah Beraksi 6 Kali
Novia HerawatiRabu, 6 Mei 2026 | 13.31 WIB
Ilustrasi : Pelaku begal mahasiswi di Pasuruan beraksi 6 kali meski bukan residivis.

JawaPos.com - Ditreskrimum Polda Jawa Timur mengungkap fakta baru dari kasus pembegalan dua mahasiswa asal Sidoarjo yang hendak ke tempat wisata viral Bukit Premium di Kabupaten Pasuruan.

Meski sempat melawan, dua pelaku berinisial SAS, 25 tahun, dan JF, 19 tahun, berhasil diamankan Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur. Keduanya diketahui warga Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Pasuruan.

Panit 1 Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Iptu Ario Senopati Joyonegoro mengatakan kedua pelaku tidak pernah berhadapan dengan hukum (residivis), namun rekam jejaknya tidak bisa dianggap sepele.

"Sebenarnya pelaku ini belum pernah dihukum, belum pernah ditangkap. Selama ini mereka sudah beraksi di 6 TKP, dengan rincian 4 TKP di daerah Malang dan 2 TKP di Pasuruan," ujar Iptu Ario di Surabaya, Selasa (5/5).

Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku berbagi peran. JF bertugas sebagai joki yang mencari target korban. Sementara SAS berperan sebagai eksekutor yang membawa senjata tajam celurit.

"Kami melakukan pengejaran dan alhamdulillah satu pelaku berinisial JF tertangkap. Kemudian kita melanjutkan pengejaran di rumah pelaku kedua, SAS di daerah Kemangi, Tutur, Ngembal, Pasuruan," imbuhnya.

Dari tangan pelaku, penyidik mengamankan barang bukti: sebilah celurit yang dibuang pelaku ke semak-semak sekitar TKP, 1 motor Beat Hitam Biru milik pelaku, 1 motor Scoopy beserta STNK milik korban, dan barang pribadi lainnya.

Kepada penyidik, pelaku mengaku melakukan aksi kriminal dengan modus keuangan. Kendaraan yang mereka rampas dari korban dijual ke penadah berinisial M, yang saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kronologi Singkat

Pengalaman tak mengenakan dialami dua mahasiswi asal Sidoarjo berinisial ED, 23 tahun, dan HN, 22 tahun, saat hendak berburu sunrise di Bukit Premium, tempat wisata favorit di Kabupaten Pasuruan, Sabtu (3/5).

Mereka dipepet oleh dua pelaku begal saat melintas di Jalan Desa Ngembal, Tutur, tepatnya di depan tempat wisata Bakti Alam. Pelaku memaksa korban berhenti sambil mengacungkan senjata tajam celurit.

"Kejadiannya sekitar pukul 04.30 WIB, pelaku dua orang, laki-laki, memakai jaket Hoodie warna hitam, memakai masker, dan pakai motor matik warna hitam,” ujar Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno, dikutip dari Jawa Pos Radar Bromo, Selasa (5/5).

Karena terus dipepet dan diacungkan celurit, korban terjatuh. Menyadari motornya hendak dirampas, ED berusaha mempertahankan kendaraannya, namun pelaku tiba-tiba mengayunkan senjata tajam ke arahnya.

Akibat kejadian itu, ED mengalami luka bacok di pundak kiri sepanjang sekitar 15 sentimeter. Ia dibawa warga setempat ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis. Pagi harinya, korban melaporkan peristiwa itu ke Polsek Tutur.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra