JawaPos.com - Pemkot Surabaya melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) membidik 250 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2027 mendatang.
Kepala Bidang Olahraga Disbudporapar Kota Surabaya, Indriatno Heryawan mengatakan target perolehan 250 medali emas pada Porprov Jatim 2027 dinilai membutuhkan persiapan dan strategi yang matang.
Salah satunya adalah Piala Wali Kota Surabaya 2026. Kompetisi tahunan ini dirancang untuk menjaring bibit unggul melalui sistem talent scouting dengan melibatkan puluhan cabang olahraga (cabor).
Baca Juga: Simak Jadwal Waktu Shalat untuk Wilayah Garut Besok Selasa, 5 Mei 2026
"Dari beberapa pertandingan yang sudah berlangsung, terlihat cukup meriah antusiasme. Tahun ini (cabor yang ditandingkan) juga lebih banyak, yakni ada sekitar 40 cabang olahraga," tutur Indri di Surabaya, Senin (4/5).
Ia menekankan bahwa peningkatan cabor yang dipertandingkan menunjukkan keseriusan Surabaya dalam mempersiapkan atlet, baik dari sisi fisik, mental, maupun pengalaman bertanding.
Indri optimis hasil Piala Wali Kota Surabaya 2026 bisa menjadi acuan pembentukan kontingen untuk Porprov Jatim 2027, mengingat selama ini Surabaya konsisten meraih juara umum dan berkontribusi di tingkat nasional.
"250 (medali) bukan jumlah yang kecil, tetapi memang perlu diraih dengan persiapan yang matang. Kami tetap optimis karena dalam beberapa kali Porprov, Surabaya terbukti menjadi juara umum," imbuhnya.
Di sisi lain, Ketua Umum KONI Kota Surabaya, Arderio Hukom, menilai kompetisi tidak hanya soal menang atau kalah, tetapi juga proses pembinaan, semakin banyak turnamen yang diikuti, semakin besar peluang atlet berkembang.
"Kami melihat bahwa atlet-atlet yang bertanding di Piala Wali Kota 2026 ini ekspektasinya sesuai yang kami harapkan, dari segi jumlah maupun bakat. Semua cabor itu memiliki keistimewaan masing-masing," ujar Arderio.
Terkait target Porprov Jatim 2027, Arderio menyebut KONI Surabaya menyiapkan seleksi atlet lewat berbagai kompetisi, dengan peraih medali diprioritaskan mengikuti pemusatan latihan cabang (Puslatcab).
Selain Piala Wali Kota, KONI Surabaya juga memanfaatkan kejuaraan tingkat provinsi hingga nasional sebagai bagian dari proses seleksi untuk memastikan komposisi skuad terbaik bagi kontingen Surabaya.
"Kita juga punya kompetisi selain Piala Wali Kota, ada Kejurprov, Kejurnas dan yang lainnya, jadi itu salah satunya sebagai sarana. Atlet-atlet yang mendapat medali itu jadi prioritas untuk mengikuti Puslatcab," pungkasnya. (*)