JawaPos.com - Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, turut hadir dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang digelar di depan Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan Nomor 110, Surabaya, Jumat (1/5).
Dari pantauan JawaPos.com di lokasi, pejabat yang akrab disapa Cak Ji ini tiba di lokasi sekitar 15.38 bersama rombongan massa buruh. Ia kemudian naik ke atas salah satu mobil komando untuk berorasi
Dalam orasinya, Armuji menekankan bahwa penyampaian pendapat merupakan hak setiap warga negara, namun harus dilakukan dengan cara yang tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Baca Juga: Prabowo Bakal Resmikan 1.386 Kampung Nelayan Tahun Ini, Janjikan Hidup Anak-Istri Lebih Sejahtera
“Kalian datang dengan damai dan tertib, dan saya harap saat kembali nanti juga tetap menjaga ketertiban. Pulang lah dengan selamat sampai rumah, hidup buruh!" ujar Cak Ji dengan nada lantang dari atas mobil komando.
Baginya, May Day adalah agenda tahunan kaum buruh untuk menyuarakan tuntutan dan memperjuangkan hak-hak yang seyogyanya diperoleh, dengan harapan lahir kebijakan yang berpihak pada buruh.
“Pemkot Surabaya akan terus proaktif mendengar aspirasi buruh, termasuk memberikan perlindungan, seperti BPJS Ketenagakerjaan bagi ojol, dan ke depan juga untuk pekerja sektor informal lainnya,” imbuhnya.
Sebagai informasi, ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan aliansi GASPER (Gerakan Serikat Pekerja), menggelar aksi May Day di depan Kantor Gubernur Jawa Timur.
Arak-arakan massa buruh dari berbagai derah di Jawa Timur, tiba di depan Kantor Gubernur sekitar pukul 15.03 WIB. Mereka mengenakan seragam serikatnya masing-masing dan membawa poster berisi tuntutan.
Sebelum aksi, massa demonstrasi lebih dulu berkumpul di depan BG Junction Mall, Jalan Babatan, lalu melakukan long march dan membentangkan bendera merah putih ke titik aksi, Jalan Pahlawan.
Aksi May Day di Surabaya sempat terhenti akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Jalan Pahlawan. Sejumlah peserta aksi terlihat berteduh di sekitar area, menunggu kondisi memungkinkan untuk melanjutkan kegiatan.
Namun, setelah hujan reda, massa buruh kembali berkumpul. Suasana kembali ramai dengan bendera dan spanduk yang dibentangkan, sementara orasi dilanjutkan dari atas mobil komando.
Dalam aksi May Day 2026, buruh Jawa Timur membawa 21 tuntutan, baik di tingkat nasional maupun daerah. Buruh menuntut penghapusan outsourcing, penolakan upah murah, hingga perlindungan pekerja digital.
Di tingkat daerah, buruh Jawa Timur mendesak realisasi komitmen pemerintah, mulai dari penyediaan rumah murah, pengawasan praktik outsourcing, penegakan UMK, hingga pembentukan satgas pencegahan PHK.
Sekitar pukul 15.30 WIB, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, datang menemui massa aksi. Keduanya menyapa ribuan buruh dari atas mimbar.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan hasil kesepakatan antara Pemprov Jawa Timur dan perwakilan serikat pekerja, yang disambut antusias oleh massa buruh.
Aksi May Day 2026 di Surabaya berjalan damai dan ditutup dengan seremonial potong tumpeng bersama Gubernur Jatim. Massa mulai membubarkan diri dengan tertib dari Jalan Pahlawan sekitar pukul 17.05 WIB. (*)