← Beranda
Harga Plastik Naik, Puskesmas di Gresik Tak Lagi Gunakan Bungkus untuk Obat
Galih WicaksonoRabu, 22 April 2026 | 23.08 WIB
Petugas Puskesmas Industri sosialisasi kebijakan tidak menggunakan plastik untuk bungkus obat. (Istimewa)

 

JawaPos.com–Kenaikan harga plastik tidak hanya berdampak kepada pedagang kaki lima. Namun layanan kesehatan pun mulai melakukan penyesuaian pengurangan penggunaan plastik. Seperti Puskesmas Industri yang tidak menggunakan plastik untuk obat pasien.

Rabu (22/4), petugas melakukan sosialisasi kepada pengunjung. Tidak hanya disampaikan secara langsung, sosialisasi itu juga ditampilkan melalui layar pengumuman.

Kepala Puskesmas Industri dr Dwi Puspitasari mengatakan, dalam seminggu ini pengumuman melalui rekaman suara akan diputar setiap satu jam sekali. Hal ini agar seluruh pasien mengetahui adanya kebijakan penggunaan plastik itu.

Baca Juga: Cegah Penipuan Rekrutmen Pegawai, Dewan Beri Rekomendasi Pendataan Semua ASN Gresik

”Sebetulnya rencana tidak menggunakan plastik ini sudah lama. Tapi belum terealisasi, nah sekarang baru terealisasi bebarengan dengan kenaikan harga plastik,” ucap Dwi Puspitasari.

Meski begitu pihaknya sebelumnya mempertimbangkan apabila plastik obat akan dibuang ketika sampai di rumah. Sebab kertas petunjuk konsumsi saat ini terpisah dengan plastik.

”Kalau dulu kan nempel di plastik. Sekarang terpisah, jadi tidak pakai plastik pun tidak mengurangi petunjuk penggunaan,” jelas Dwi Puspitasari.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Ubah Pola Penanganan Kenakalan Remaja

Pantauan Jawa Pos, para pasien pun tidak protes saat mengambil obat. Mereka langsung menasukan obat ke dalam tas masing-masing.

Tidak hanya untuk layanan puskesmas, Dwi juga mengimbau kepada para pasien untuk mengurangi penggunaan plastik saat di rumah. Tidak hanya soal harga, namun mengurangi dampak lingkungan.

”Sosialisasinya juga kita sampaikan kalau plastik butuh waktu ratusan tahun untuk terurai. Jadi kami imbau agar pasien juga mengurangi plastik saat di rumah,” imbuh Dwi Puspitasari.

Joko, salah satu pasien mengatakan bahwa biasanya plastik bungkus obat itu langsung dibuang saat sampai dirumah. Sebab obat dan petunjuk konsumsinya terpisah.

”Tidak apa-apa kalau tidak pakai plastik. Yang penting kan obatnya,” ujar Joko.

 Puskesmas lain yang juga tidak menggunakan plastik untuk bungkus obat yakni Puskesmas Gending. Namun layanan kesehatan di Jalan Veteran itu sudah menerapkan sejak 2024 silam.

Baca Juga: Anggota DPRD Surabaya Minta Layanan Transportasi Umum Ditingkatkan, Konektivitas dan Kualitas Pelayanan

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah