← Beranda
Pemkot Surabaya Gas Pol Pasang 179 CCTV untuk Pantau TPS dan Pedestrian
Novia HerawatiSelasa, 21 April 2026 | 05.04 WIB
Ilustrasi kamera pengawas (CCTV). Pemkot Surabaya menargetkan 179 titik di TPS dan pedestrian Surabaya terpantau CCTV. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana memasang kamera pengawas atau CCTV di 179 titik prioritas, mencakup Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan pedestrian.

Dari target yang ditentukan, sebanyak 146 titik lokasi sudah dilengkapi CCTV yang telah berfungsi. Sementara 33 titik lainnya dalam waktu dekat akan dipasang CCTV oleh Pemkot Surabaya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan penambahan CCTV ini adalah upaya untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Yang 33 (titik) ini masih proses, karena kita juga mencari jaringan fiber optik dan juga listriknya. Jadi ada TPS-TPS yang memang jaringan infrastruktur pendukungnya itu masih minim,” tutur Eddy di Surabaya, Senin (20/4).

Baca Juga: Jelang Kedatangan Kloter Pertama, Asrama Haji Surabaya Matangkan Simulasi Pemberangkatan Jamaah

Pemkot Surabaya saat ini tengah berkoordinasi dengan penyedia provider dan jaringan untuk menyediakan infrastruktur di TPS yang belum terpasang CCTV. Utamanya TPS yang berada di sekitar Jalan Utama di Surabaya.

"Termasuk listrik, itu yang tidak ada jaringan listriknya itu kita ambil dari jaringan PJU (penerangan jalan umum) dan mungkin jaringan-jaringan fasilitas umum yang ada di lokasi. Tentunya, ini perlu koordinasi,” imbuhnya.

Sedangkan area pedestrian, Pemkot Surabaya telah memasang sejumlah CCTV dan kini menjalin kerja sama dengan pemilik usaha seperti kantor, toko, dan mal guna mengakses kamera yang mengarah ke luar bangunan.

"Saat ini sedang kerjasama dengan perkantoran dan mal untuk bisa mengakses CCTV-nya yang di luar, sehingga pemkot tidak perlu pengadaan CCTV, kita cuma minta bantuan akses CCTV itu yang mengarah ke jalan,” ucap Eddy.

Baca Juga: Pendaftaran Beasiswa Tangguh Surabaya 2026 Dibuka hingga 24 April, Ini Syarat dan Benefitnya

Melalui sistem ini, Pemkot Surabaya bisa memantau ketertiban dan keamanan masyarakat secara langsung, termasuk kondisi lalu lintas, aktivitas parkir, serta berbagai ruang publik secara lebih efektif dan cepat.

“Khususnya yang ada di jalan utama dahulu ya, mulai dari Jalan Panglima Sudirman sampai dengan Jalan Ahmad Yani, ini sedang kita kumpulkan kemarin ada 70 pengusaha atau perkantoran dan toko yang ada di situ," bebernya.

Pemkot Surabaya juga tengah melakukan sinkronisasi sistem CCTV milik swasta dan pemerintah karena perbedaan merek dan spesifikasi, sehingga diperlukan integrasi agar seluruh jaringan dapat terhubung.

“Sehingga ini kita sedang mencari (cara) kalau bisa menjadi satu rumah (jaringan). Makanya, saat ini kami juga sedang mengkaji bersama teman-teman di ITS agar tidak perlu banyak rumah (jaringan)," tegas Eddy.

Integrasi ini diharapkan rampung bertahap mulai 1 Mei dan maksimal Agustus, dengan akses hanya pada CCTV yang mengarah ke ruang publik, serta terkoneksi langsung ke layanan Call Center 112.

“Harapan kami (maksimal) pada Agustus 2026, terutama yang ada di jalan utama. Kita tidak meminta (akses) yang mengarah ke dalam (ruangan), hanya yang ke arah jalan dan tempat parkir tepi jalan umum, dan nanti itu akan terkoneksi ke CC 112 room,” pungkasnya.

EDITOR: Dony Lesmana Eko Putra