← Beranda
Modus SK ASN Palsu Gresik Terungkap, Chat Pejabat Jadi Senjata untuk Yakinkan Korban
Novia HerawatiJumat, 17 April 2026 | 16.53 WIB
Agus Priyono, pegawai Dinas PMD Gresik, mengungkap modus skandal SK ASN Pengangkatan palsu di lingkungan Pemkab Gresik. (Dok Radar Gresik)

 

JawaPos.com - Kasus dugaan penipuan berkedok SK pengangkatan ASN palsu di lingkungan Pemkab Gresik memasuki babak baru. Modus yang diduga digunakan Antoni alias AT untuk meyakinkan korban mulai terungkap.

Salah satu pegawai di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gresik, Agus Priyono yang diduga terlibat dalam skandal tersebut, mengungkap para korban percaya setelah AT menunjukkan pesannya dengan pejabat.

Pesan tersebut menjadi senjata AT untuk menunjukkan kesan kedekatan antara dirinya dengan salah seorang pejabat di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

"Kami melihat seolah ada kedekatan komunikasi antara Pak Anton dengan pihak BKPSDM melalui bukti chat yang ditunjukkan kepada saya," tutur Agus, dikutip dari Jawa Pos Radar Gresik pada Jumat (17/4).

Antoni alias AT diketahui merupakan seorang pecatan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik, yang kini tersandung kasus hukum. Riwayat tersebut membuat para korban tak menaruh curiga.

Baca Juga: Korban Kasus SK ASN Palsu di Pemkab Gresik Mulai Lapor Polisi

"Karena Pak Anton sendiri memang mantan pegawai di lingkungan Pemkab Gresik, kami jadi merasa yakin bahwa proses ini memiliki akses langsung," imbuhnya. Hal tersebut membuat Agus berani mengajak keluarga dan kerabatnya.

Ia mengaku telah menyetorkan dana sebesar Rp 500 juta untuk empat orang yang ia bawa, dengan tarif Rp 125 juta per orang. Menurut pengakuannya, transaksi dilakukan secara bertahap sejak 2025.

Mengenai mekanisme transaksi, Agus menyebutkan bahwa aliran dana tersebut tidak dilakukan secara langsung kepada pejabat yang dimaksud, melainkan melalui pihak keluarga tersangka.

"Informasi dari Pak Anton, uang ditransfer ke rekening istrinya, yang kemudian disebut akan diteruskan melalui pihak keluarga dari pejabat terkait. Jadi memang tidak pernah ada transaksi langsung ke pejabatnya," tutur Agus.

Agus mengaku sempat mempertemukan Antoni dengan sejumlah kepala desa yang ingin membantu kerabatnya menjadi ASN. Ia menegaskan bahwa perannya hanya sebatas penghubung.

Hingga saat ini, jumlah korban diperkirakan mencapai puluhan orang dengan kerugian miliaran rupiah. Agus mengatakan dirinya telah memenuhi panggilan Inspektorat dan Polres Gresik untuk memberikan klarifikasi.

Kronologi Singkat

Kasus SK ASN palsu di lingkungan Pemkab Gresik ini terbongkar setelah seorang perempuan berinisial SE datang ke Kantor Bupati Gresik dengan seragam ASN lengkap, Senin (6/4) lalu.

Bukan cuma SE, setidaknya ada 8 korban lainnya yang juga mendatangi kantor BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia). Mereka membawa dokumen SK dah mengenakan atribut ASN.

Namun, petugas segera menemukan kejanggalan. Mulai dari format dokumen yang tidak sesuai standar hingga alur administrasi yang dinilai tidak lazim dan terkesan melompati prosedur resmi.

Dokumen tersebut mencantumkan SPMT tertanggal 23 Februari 2024, tetapi baru diterima korban pada April 2026. Mereka dijanjikan penempatan di sejumlah unit strategis di lingkungan Pemkab Gresik.

Mulai dari Bagian Humas, Bagian Umum, hingga Dinas Sosial. Ironisnya, para korban disebut telah menyetor uang Rp 70 - Rp 150 juta per orang kepada oknum demi menjadi ASN lewat "jalur instan". 

EDITOR: Edy Pramana