JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan seluruh kendaraan dinas beralih ke listrik mulai Mei 2026. Langkah ini sebagai upaya penghematan BBM di tengah krisis energi global.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya penghematan energi, sesuai instruksi pemerintah pusat. Salah satunya menerapkan sistem kerja WFH bagi ASN.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga melalukan lelang kendaraan operasional (dinas) yang usianya sudah melebihi tujuh tahun. Lelang tersebut telah dilakukan pada pekan kedua pada April 2026.
Baca Juga: Mikel Arteta Dikritik Keras, Latihan Aneh Arsenal Dikhawatirkan Ganggu Performa Tim
“Makanya itu kita hari ini juga punya komitmen, 80 (unit) kendaraan operasional juga kita lelang, yaitu untuk kendaraan sepeda motor dan mobil yang belum terlelang,” tutur Eri Cahyadi di Surabaya, Selasa (14/4).
Orang nomor satu di Surabaya ini menargetkan transisi kendaraan dinas dari BBM ke listrik dimulai Mei 2026, dengan syarat seluruh proses lelang kendaraan operasional rampung dan berjalan sukses.
“Kalau lelangnya sudah berhasil semua, maka di bulan Mei (kendaraan dinas) kita ganti dengan mobil listrik semuanya. Baik motor maupun mobil, nanti kita menggunakan (sistem) sewa,” sambungnya.
Pejabat yang akrab disapa Cak Eri ini menjelaskan, dalam proses lelang tersebut Pemkot bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) juga akan melakukan proses percepatan lelang.
Baca Juga: Pasokan Energi Nasional Bergantung Pasar Global, Minyak Impor 1 Juta Barel per Hari, LPG 75 Persen
"Saya kemarin juga ke KPKNL meminta supportnya untuk dipercepat (proses lelang kendaraan dinas lama), hasilnya ada, sehingga kami bisa menggunakan mobil listrik semuanya,” beber Eri.
Di sisi lain, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya Wiwiek Widayati setidaknya ada 85 unit kendaraan yang dilelang, dengan rincian 70 unit kendaraan R4, 13 unit R2, dan 2 unit kendaraan roda tiga (R3).
“Jadi kendaraan yang usianya tujuh tahun itu kami kaji ulang untuk kita lakukan (lelang). Artinya apa? Di situ kan ada upaya-upaya melakukan penghematan (energi) benar-benar dilakukan secara masif,” ujarnya.
Bagi masyarakat yang ingin mengikuti lelang, Wiwiek menyampaikan, dapat melakukan pendaftaran melalui situs https://portal.lelang.go.id/ KPKNL dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI.
Setelah mendaftar, peserta diwajibkan mengikuti seluruh tahapan dan prosedur lelang yang telah ditentukan dalam sistem, termasuk mengajukan surat usulan penjualan melalui KPKNL Surabaya.
Baca Juga: Debut Bersejarah Marie-Louise Eta Ternoda Komentar Seksis, Union Berlin Langsung Bereaksi
Wiwiek menyebutkan, hasil lelang kendaraan pada tahun 2026 ditargetkan mampu mencapai Rp 6,3 miliar, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan efisiensi anggaran daerah dan menekan biaya konsumsi BBM. (*)