JawaPos.com–AG, salah satu terduga pelaku penipuan calon aparatur sipil negara (ASN), mengaku juga sebagai korban. Dia yakin bujuk rayu AN karena menunjukkan chat dengan orang yang mengaku pegawai Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM). Ternyata, profil dalam chat itu menggunakan foto Agung Endro Utomo, kepala BKPSDM.
Sebelumnya, dalam keterangannya, AG menjelaskan bahwa penyerahan SK dan transaksi itu dilakukan orang lain di lingkungan Pemkab Gresik.
Kepala BKPSDM Gresik Agung Endro Utomo mengatakan, sudah selesai memintai keterangan sembilan korban. Delapan di antaranya merupakan bawaan langsung dari AG.
Baca Juga: Kasus Penipuan ASN di Gresik Menghadirkan Fakta Baru, Pegawai DPMD Mengaku Jadi Korban
”Ini berdasar pengakuan korban. Nah, sebulan terakhir ini AG intens komunikasi dengan korban terkait teknis penyerahan SK,” jelas Agung.
Terkait penyerahan SK yang dilakukan orang lain, Agung belum bisa memastikan apakah ada keterlibatan orang lain. Namun dari keterangan korban, jika pun ada, hanya kepanjangan tangan AG.
”Seperti nanti diambil di pegawai ini ketemu di sini, hari ini, jam segini,” jelas Agung.
Baca Juga: Inspektorat Pemkab Gresik Masih Kumpulkan Informasi Dugaan Keterlibatan ASN
Sementara itu, terkait chat AN dengan orang yang mengaku Kepala BKPSDM Gresik, Agung tidak menampik. Sebab saat laporan ke Polres Gresik, bukti chat itu ditunjukkan kepadanya.
”Tapi selama ini, boleh tanya kepada siapa saja yang punya kontak saya, tidak pernah menampilkan foto profil,” tandas Agung.
Agung menjelaskan, pengakuan korban terkait transaksi itu dilakukan oleh orang tua kepada AN. ”Ini AN juga berkomunikasi dengan korban, tapi hanya di awal-awal. Selanjutnya, intens komunikasi dilakukan AG,” ungkap Agung.
Di hadapan tim BKPSDM, para korban mengaku sempat ragu saat mendapat tawaran tersebut. Namun, diyakinkan dengan pernyataan AG bahwa ada penggantian PPPK yang mengundurkan diri.
Sementara itu, Selasa (14/4), BKPSDM menyebarkan surat edaran kepada kepala OPD hingga kepala desa. Edaran itu berisi sosialisasi bahwa seleksi ASN hanya melalui jalur resmi, yakni SSCASN.
”Edaran itu juga berisi agar disebarkan ke masyarakat. Apabila ada yang menjadi korban, segera melapor,” jelas Agung.
Laman aduan itu bisa dilakukan melalui pesan Instagram, lapor.go.id, dan WhatsApp 081232195181.