← Beranda
Hendak Wisata ke Bondowoso, Minibus Rombongan Emak-emak Terbakar Hebat di Jember
Novia Herawati• Senin, 13 April 2026 | 20.03 WIB
Minibus rombongan emak-emak yang hendak berwisata ke Bondowoso, mengalami kebakaran hebat di Jalan Ahmad Yani, Jember. Beruntung tidak ada korban jiwa. (Dokumentasi Radar Jember)

JawaPos.com - Nasib malang dialami oleh rombongan emak-emak dari Karang Wreda Sukorambi. Minibus yang ditumpanginya mengalami kebakaran hebat di Jalan Ahmad Yani, Jelbuk, Kabupaten Jember.

Insiden yang terjadi pada Minggu (12/4) sekitar pukul 07.30 WIB ini menyita perhatian pengguna jalan dan warga setempat di Dusun Krajan Barat, Desa Jelbuk, Kecamatan Jelbuk, Jember. TKP tepatnya di sebelah utara Puskesmas Jelbuk. 

Kapolsek Jelbuk, AKP Brisan Iman Nulla, menjelaskan bahwa kejadian nahas itu berawal ketika rombongan berjumlah 21 penumpang, mayoritas ibu-ibu, hendak melakukan perjalanan wisata ke Nafara, Bondowoso.

Baca Juga: Media India Ungkap Dokumen Rahasia, Benarkah Indonesia Beri Otoritas Pesawat Militer Amerika Serikat Terbang Lintas?

Setibanya di lokasi kejadian, salah seorang penumpang menyadari adanya percikan api yang muncul dari bagian bawah mesin kendaraan, tepat di belakang kursi pengemudi, sehingga memicu kepanikan di dalam minibus.

Mengetahui kondisi berbahaya, sopir minibus, Dandi Dwi Prakoso, 27 tahun, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sukorambi, segera menghentikan kendaraan dan meminta seluruh penumpang untuk turun dari kendaraan.

“Sopir segera meminggirkan mobil dengan 21 penumpang dengan cepat. Setelah seluruh penumpang turun, muncul api hingga membakar seluruh mobil,” kata tutur AKP Brisan, dikutip dari Jawa Pos Radar Jember, Senin (13/4).

Dari hasil penyelidikan sementara, kebakaran mobil yang mengangkut 21 penumpang ini dipicu korsleting listrik di bagian depan bawah kursi sopir. Beruntung, selutuh penumpang berhasil selamat.

"Alhamdulillah peristiwa kebakaran mobil minimus yang mengangkut rombongan rekreasi itu semuanya selamat. Ini setelah sopir gerak cepat langsung berhenti (dan menurunkan seluruh penumpang)," tukasnya. (*)

EDITOR: Nurul Adriyana Salbiah