← Beranda
Tak Ada Lagi 'Selat Hormuz Sidokare', Polemik Penutupan Jalan di Sidoarjo Berakhir Damai
Novia HerawatiRabu, 8 April 2026 | 00.06 WIB
Polemik penutupan jalan oleh lansia di Pondok Sidokare Asri, Sidoarjo, berakhir damai. (Dokumentasi Radar Sidoarjo)

 

JawaPos.com - Aksi seorang lansia di Perumahan Pondok Sidokare Asri, Kabupaten Sidoarjo, yang menutup jalan dengan dalih demi keamanan cucunya bermain, berujung polemik dan viral di media sosial.

Warganet bahkan menjulukinya dengan "Selat Hormuz Sidokare". Meski sempat menuai pro dan kontra, polemik tersebut kini berujung damai. Lansia bernama Mashuda pun menyampaikan permintaan terbuka.

"Kami menyampaikan bahwa permasalahan di lingkungan kami sudah selesai melalui mediasi. Kami menyadari hal tersebut terjadi karena kekurangan komunikasi," tutur Pak Uda, dikutip dari unggahan Instagram @info_surabaya, Selasa (7/4).

Lansia yang diketahui purnawirawan Polri itu menegaskan bahwa pihaknya sepakat untuk berdamai demi menjaga hukum yang baik sebagai sesama warga.

Baca Juga: Istri Ono Surono Dicecar 16 Pertanyaan oleh Penyidik KPK soal Dugaan Korupsi Bupati Bekasi

"Kami juga mohon maaf kepada masyarakat yang sempat terganggu, dan ke depan, kami akan menyelesaikan setiap permasalahan dengan musyawarah tanpa mengganggu kepentingan umum," lanjutnya.

Kronologi singkat

Nama Mashuda atau yang akrab disapa Pak Uda, ramai diperbincangkan setelah aksinya memasang pembatasan jalan di Pondok Sidokare Asri Blok Y, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, viral di media sosial.

Baca Juga: Gubernur Pramono Minta Jajarannya Cari Pelaku Pembuat dan Pengunggah Foto AI Penanganan Parkir Liar di JAKI

Dari rekaman CCTV yang beredar, seorang lansia terlihat menutup sebagian jalan depan rumahnya di Jalan Pondok Sidokare dengan plang. Ia juga meletakkan alat jemuran untuk menghalangi kendaraan yang melintas.

Aksinya menuai pro dan kontra di masyarakat, terutama pengguna jalan dan warga sekitar karena harus memutar lebih jauh untuk mencapai tujuan, akibat penutupan akses dari Pak Uda.

Menanggapi hal tersebut, Pak Uda mengatakan bahwa pemasangan pembatas tersebut bukan untuk menutup akses jalan, melainkan sebagai bentuk antisipasi demi keselamatan cucunya yang kerap bermain ke area jalan.

“Saya berencana memasang rambu untuk keamanan, tulisan hati-hati banyak anak kecil (bermain), berhubung masih repot belum sempat untuk menulis dan masih polos putih rambunya keduluan viral,” tuturnya.

Pak Uda menegaskan bahwa pembatas tersebut tidak bersifat permanen dan bisa dipindahkan sewaktu-waktu jika ada warga yang hendak melintas. Ia menegaskan bahwa akses jalan tetap terbuka selama ada komunikasi yang baik.

"Ini saya untuk antisipasi karena cucu biasanya tiba-tiba nyebrang jalan. Kalau ada orang lewat ya silahkan, kalau pas rambu tersebut tertutup, ya biasanya di buka jalanya sama pengguna jalan saya tidak masalah," pungkas Pak Uda.

EDITOR: Sabik Aji Taufan