JawaPos.com - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dokter Billy Daniel Messakh membocorkan menu makanan berkat, yang diduga menjadi penyebab keracunan massal di Kelurahan Sidodadi, Simokerto.
Berdasarkan keterangan korban warga Sidodadi, mereka mengalami gejala keracunan setelah memakan nasi berkat dengan menu nasi, tumis buncis, ayam bumbu merah, bihun goreng, dan acar.
"Jadi proses pemorsian itu ada 3 orang, nah itu dikemas di bentuk wadah kardus, yang menjamah makanan itu (diketahui) petugasnya tidak menggunakan pelindung diri," tutur dokter Billy saat dikonfirmasi, Senin (6/4).
"Jadi mereka konsumsinya makanan (berkat) itu sekitar jam 21.00 WIB, gejala mulai muncul kira-kira 2 sampai 3 jam setelahnya. Mereka mengalami gejala, seperti mual, diare, badan merasa lemas," lanjutnya.
Baca Juga: Dinkes Surabaya Ungkap Kondisi Korban Diduga Keracunan Massal Nasi Berkat di Sidodadi
Meski demikian, dokter Billy mengatakan bahwa Dinas Kesehatan Kota Surabaya belum bisa memastikan apa penyebab pasti dari insiden keracunan tersebut. Sebab, sampel makanan yang dimakan korban sudah tidak ada.
"Karena sudah habis makanannya, kejadiannya kan sudah tanggal 31 Maret kemarin jadi nggak sempat dapat sampelnya. Korban pun sekarang sudah nggak muntah lagi, jadi nggak bisa dapat sampelnya," terang dokter Billy.
Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis bedah umum yang baru saja dilantik menjadi Kepala Dinkes ini memastikan bahwa kondisi korban keracunan massa kini berangsur membaik.
"Yang ditangani di rumah sakit ada tiga orang, dua di RSUD Soewandhie dan satu ke RS Al Irsyad, yang lainnya rawat jalan, kondisinya stabil semua," tegasnya.
Kronologi Singkat Keracunan Masal
Warga Surabaya dibuat geger dengan insiden keracunan massal yang dialami puluhan warga Jalan Sido Kapasan Gang 10, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Sabtu (4/5).
Baca Juga: Diduga Karena Nasi Berkat Tahlilan, Polisi Selidiki Keracunan Massal di Surabaya
Berdasarkan dugaan awal, insiden terjadi setelah warga kampung tersebut mengonsumsi makanan berkat dari acara tahlilan tujuh hari wafatnya salah satu warga setempat pada Selasa malam (31/3).
Kapolsek Simokerto, Kompol Zainur Rofik mengatakan sehari setelah acara tahlilan, beberapa warga dilaporkan mengalami lemas hingga mual.
"Dari hasil keterangn yang kita himpun dari RT dan RW, (insiden) itu bermula ada warga yang hajatan tujuh harian, besoknya hari rabu ada yang merasa sakit mual, lalu sabtu ini ada laporan," ucap Kompol Zainur, Minggu (5/3).
Ia mengatakan warga yang menghadiri tahlilan ada sekitar 70 orang. Tetapi, yang mengalami keracunan diduga sekitar 21 orang. Dari jumlah tersebut, 4 warga dirawat inap dan 17 warga rawat jalan.
"Kurang lebih yang hadir 70-an. (Semuanya warga kawasan kampung Sidodadi, ya?) Benar warga sekitar dan satu tinggal di Keputih, informasinya masih keluarga dengan yang punya hajat," imbuhnya.
Baca Juga: Geger! Puluhan Warga Surabaya Diduga Keracunan Massal Usai Santap Nasi Berkat
Pihak kepolisian saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan.
Hasil keterangan warga, korban dugaan keracunan adalah mereka yang makan nasi berkat dibawa pulang.