JawaPos.com — Pemerintah Kota Surabaya tak ingin kecolongan saat momentum Lebaran 2026 yang identik dengan mobilitas tinggi masyarakat. Kolaborasi dengan kalangan pengusaha pun digencarkan demi memperluas jangkauan CCTV di titik-titik rawan yang selama ini belum terpantau.
Langkah ini bukan sekadar penambahan kamera pengawas, melainkan bagian dari strategi besar membangun sistem keamanan kota yang lebih modern dan terintegrasi.
Fokus utama diarahkan pada ruas jalan protokol serta kawasan strategis yang menjadi pusat aktivitas warga.
Baca Juga: Tragis! Toyota Calya Hajar Bus di Tol Pejagan, Pasutri dan 2 Anaknya Tewas
Pemerintah Kota Surabaya melihat keterlibatan sektor swasta sebagai solusi untuk menutup celah pengawasan yang tidak bisa dijangkau sendiri oleh pemerintah.
Sinergi ini dinilai penting agar keamanan kota tidak hanya bergantung pada satu pihak.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, M. Fikser, menegaskan kolaborasi ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Eri Cahyadi.
Pemerintah ingin mengajak pelaku usaha menjadi bagian aktif dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar.
“Pemkot Surabaya mengajak para pelaku usaha untuk turut berperan dalam menjaga keamanan kota melalui dukungan pemasangan CCTV di lingkungan sekitar tempat usaha mereka,” ujar Fikser, Rabu (18/3/2026).
Ajakan tersebut mendapat respons positif dari berbagai kalangan pengusaha di Surabaya.
Menurut Fikser, pembangunan sistem keamanan kota tidak bisa dilakukan secara mandiri oleh pemerintah. Peran swasta menjadi kunci untuk memperluas cakupan pengawasan secara efektif dan cepat.
Pemkot Surabaya sendiri telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap lokasi CCTV yang sudah terpasang. Dari hasil pemetaan itu, teridentifikasi sejumlah titik yang masih menjadi blank spot atau belum terpantau kamera.
Titik-titik kosong inilah yang menjadi prioritas dalam program kolaborasi ini. Pemerintah berharap pelaku usaha yang memiliki lokasi strategis dapat membantu menutup celah tersebut dengan memasang CCTV.
Baca Juga: Perempat Final Liga Europa: Bologna Jumpa Villa, Forest Tantang Porto
“Untuk menjangkau titik-titik yang belum terpantau, kami meminta dukungan pengusaha agar memasang CCTV di sekitar area kantor atau tempat usaha mereka,” jelas Fikser.
Langkah ini diyakini mampu mempercepat perluasan jaringan pengawasan tanpa membebani anggaran pemerintah secara penuh.
Ke depan, seluruh jaringan CCTV, baik milik pemerintah maupun swasta, akan diintegrasikan dalam satu sistem digital terpadu. Integrasi ini memungkinkan pemantauan dilakukan secara lebih cepat dan akurat dalam satu dashboard.
Baca Juga: Raymond/Joaquin Bangkit, Raih Tiket Delapan Besar Orleans Masters 2026
Pusat kendali dari sistem ini berada di Command Center yang berlokasi di Gedung Siola. Pengelolaan dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya yang selama ini menjadi tulang punggung sistem digital kota.
Dengan sistem terpusat, pemerintah dapat memantau kondisi kota secara real-time. Setiap kejadian yang mencurigakan bisa segera direspons tanpa harus menunggu laporan manual dari lapangan.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyiapkan pos terpadu di berbagai wilayah. Pos ini berfungsi sebagai titik koordinasi untuk memastikan keamanan tetap terjaga selama periode Lebaran.
Keberadaan pos terpadu akan memperkuat respons cepat jika terjadi gangguan keamanan atau ketertiban. Petugas dapat langsung mengambil tindakan berdasarkan data visual dari CCTV yang terintegrasi.
Menariknya, pembagian akses juga diatur dengan jelas dalam sistem ini. CCTV milik pemerintah difokuskan untuk pemantauan umum, sementara perusahaan dapat mengakses kamera di sekitar area usahanya masing-masing.
Skema ini memberikan rasa aman bagi pelaku usaha sekaligus menjaga privasi data. Di sisi lain, pemerintah tetap memiliki kendali penuh untuk kepentingan keamanan kota secara luas.
Respons positif dari pengusaha menjadi sinyal kuat keberhasilan pendekatan kolaboratif ini. Beberapa di antaranya bahkan langsung menyatakan kesiapan untuk ikut berpartisipasi tanpa menunggu instruksi lanjutan.
Baca Juga: Jadi Pelajaran, Ginting Akui Konsistensi Performa Chou Tien Chen
Momentum Lebaran menjadi alasan utama percepatan program ini. Aktivitas masyarakat yang meningkat signifikan dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan jika tidak diantisipasi sejak dini.
Dengan integrasi CCTV antara pemerintah dan sektor swasta, Pemkot Surabaya menargetkan sistem pengawasan kota menjadi lebih luas dan responsif.
Upaya ini sekaligus mempertegas komitmen Surabaya sebagai kota yang adaptif terhadap tantangan keamanan modern.
Jika berjalan optimal, model kolaborasi ini bisa menjadi contoh bagi kota lain di Indonesia. Keamanan bukan lagi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.