JawaPos.com - Tidak tinggal diam, korban pelecehan seksual begal payudara di Jalan Kutai, Kota Surabaya berinsial AS, 24 tahun, warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, melaporkan pengendara yang diduga pelaku ke polisi.
Laporan tersebut tercatat dalam nomor LP/B/418/11/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR, pada hari Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 23.00 WIB.
"Terima kasih informasinya, iya benar (telah menerima laporan dari korban begal payudara di Jalan Kutai)," ucap Plt Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto kepada JawaPos.com, Rabu (11/3).
Kasus tersebut kini diselidiki oleh Satuan Reserse Pidana Perempuan dan Anak dan Pidana Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) Polrestabes Surabaya.
Baca Juga: Perempuan Asal Malang Diduga Jadi Korban Begal Payudara di Jalan Kutai Surabaya, Wajah Pelaku Viral
Sebagai informasi, warganet belakangan digegerkan dengan dugaan pelecehan seksual begal payudara yang dialami AS.
Aksi Kejar-kejaran antara korban dan terduga pelaku terekam kamera dan viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 27 detik yang beredar di media sosial, terlihat korban yang berboncengan dengan satu orang temannya berusaha mengejar seseorang yang diduga pelaku, sambil menunjuk pengendara laki-laki yang berjaket abu-abu.
Wajah terduga pelaku sempat terekam jelas di kamera, hingga akhirnya ia menurunkan kaca helm.
Dengan gelagat panik, ia tancap gas meninggalkan korban yang tertinggal di belakangnya.
Baca Juga: Paman di Surabaya Dititipi Keponakan 14 Tahun Yatim Piatu, Malah Dirudapaksa hingga Hamil
JawaPos.com menghubungi korban (AS) untuk mengetahui kronologi kejadian dan perkembangan kasus. Ia mengatakan peristiwa nahas itu terjadi sebulan lalu, tepatnya pada Rabu, 11 Februari 2026.
"Jadi saat itu saya ke Surabaya karena ada urusan kerjaan. Nah malamnya, saya ngajak teman saya ke coffee shop di sekitar lokasi (Jalan Kutai), tetapi ternyata tutup," ucap AS kepada JawaPos.com, Rabu (11/3).
Setelah itu, AS bersama temannya memutuskan mencari coffee shop lain dari rekomendasi dari media sosial.
Saat dalam perjalanan menuju lokasi kedua, tiba-tiba seorang pengendara motor laki-laki mendekati mereka.
"Dia (diduga pelaku) kaya celingukan gitu, saya kira mau minta tolong atau tanya sesuatu, itu di lampu merah dan dia posisi di sebelah kanan, pas mau jalan, tiba-tiba cowok itu pegang area sensitif saya," imbuhnya.
Baca Juga: Wajah Pelaku Pelecehan di KRL Bakal Masuk Database CCTV, KAI Commuter: Langsung Blacklist!
Tak menyangka dengan apa yang terjadi, korban mengaku tubuhnya seperti mematung (nge-freeze).
Beruntung, temannya langsung sigap mengeluarkan kamera dan merekam wajah diduga pelaku dengan jelas.
"Kami sudah coba kejar dan teriak-teriak, tetapi di sekitar Kebun Binatang Surabaya itu kita sudah kehilangan jejak. Untungnya teman saya rekam dan pas nggak pakai masker, jadi wajah dia (diduga pelaku) kelihatan jelas," ujar AS.
Rekaman video yang memperlihatkan wajah dan plat kendaraan diduga pelaku ini menjadi modal AS untuk maju ke jalur hukum.
Tak lama setelah kejadian, ia langsung ke Mapolrestabes Surabaya untuk membuat laporan.
Baca Juga: Erick Thohir Jamin Kerahasiaan Identitas 10 Atlet Panjat Tebing Korban Kekerasan dan Pelecehan
"Update terbaru yang saya dapat, polisi bilang kalau kendaraan yang dipakai saat itu bukan motor aslinya, antara motor pinjaman atau motor punya dia (diduga pelaku) tetapi belum balik nama," pungkas AS.