JawaPos.com - Dugaan pelecehan bermodus begal payudara kembali terjadi di Kota Surabaya, kali ini di Jalan Kutai. Aksi Kejar-kejaran antara korban dan diduga pelaku terekam kamera dan viral di media sosial.
Kasus ini terungkap setelah korban perempuan berinisial AS, 24 tahun, warga Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, membagikan pengalamannya di media sosial Instagram dan TikTok.
"Hati-hati buat orang surabaya dan sekitarnya, karena aku habis kena begal pay*dara sama org ini padahal pakaiann juga udah tertutup sopan berhijab," tulis korban di caption unggahan TikTok @Tussyy, dikutip Rabu (11/3).
Dalam video berdurasi 27 detik yang beredar di media sosial, terlihat korban yang berboncengan dengan satu orang temannya berusaha mengejar pengendara yang diduga pelaku, sambil menunjuk pengendara laki-laki yang berjaket abu-abu.
Baca Juga: Paman di Surabaya Dititipi Keponakan 14 Tahun Yatim Piatu, Malah Dirudapaksa hingga Hamil
Wajah terduga pelaku sempat terekam jelas di kamera, hingga akhirnya ia menurunkan kaca helm. Dengan gelagat panik, ia tancap gas meninggalkan korban yang tertinggal di belakangnya.
JawaPos.com menghubungi korban (AS) untuk mengetahui kronologi kejadian dan perkembangan kasus.
Ia mengatakan peristiwa nahas itu terjadi sebulan lalu, tepatnya pada Rabu, 11 Februari 2026.
"Jadi saat itu saya ke Surabaya karena ada urusan kerjaan. Nah malamnya, saya ngajak teman saya ke coffee shop di sekitar lokasi (Jalan Kutai), tetapi ternyata tutup," ucap AS kepada JawaPos.com, Rabu (11/3).
AS dan temannya pun mencari coffee shop lain berdasarkan rekomendasi sosial media.
Baca Juga: Wajah Pelaku Pelecehan di KRL Bakal Masuk Database CCTV, KAI Commuter: Langsung Blacklist!
Saat menuju tempat ngopi kedua, entah datang dari mana, tiba-tiba ada pengendara laki-laki yang mendekati mereka.
"Dia (diduga pelaku) kaya celingukan gitu, saya kira mau minta tolong atau tanya sesuatu, itu di lampu merah dan dia posisi di sebelah kanan, pas mau jalan, tiba-tiba cowok itu pegang area sensitif saya," imbuhnya.
Tak menyangka dengan apa yang terjadi, korban mengaku tubuhnya seperti mematung (nge-freeze).
Beruntung, temannya langsung sigap mengeluarkan kamera dan merekam wajah diduga pelaku dengan jelas.
Sayangnya, upaya korban dan temannya mengejar diduga pelaku tak membuahkan hasil. Mereka kehilangan jejakknya di Jalan Raya Diponegoro, sekitar tempat wisata Kebun Binatang Surabaya.
Baca Juga: Erick Thohir Jamin Kerahasiaan Identitas 10 Atlet Panjat Tebing Korban Kekerasan dan Pelecehan
"Kami sudah coba kejar dan teriak-teriak, tetapi di sekitar Kebun Binatang Surabaya itu kita sudah kehilangan jejak. Untungnya teman saya rekam dan pas nggak pakai masker, jadi wajah dia (terduga pelaku) kelihatan jelas," ujar AS.
Atas peristiwa yang dialaminya dan bermodalkan rekaman video yang memperlihatkan wajah dan plat kendaraan terduga pelaku, AS memberanikan diri membuat laporan ke polisi.
Laporan tersebut tercatat dalam nomor LP/B/418/11/2026/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR, pada hari Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. (*)