JawaPos.com - Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Pahlawan, Pemkot Surabaya kembali mengadakan Parade Surabaya Juang 2025 pada Minggu (2/11), dengan rute Tugu Pahlawan menuju Balai Pemuda.
Sehubungan dengan kegiatan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya menyiapkan belasan titik kantong parkir dan menutup ruas jalan yang dilewati peserta Parade Surabaya Juang 2025.
Subkoordinator Pengawas dan Pengendalian Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Surabaya, Soe Priyo Utomo, mengatakan 19 kantong parkir disediakan untuk mengantisipasi kendaraan menumpuk.
“Kantong parkir ini bisa digunakan masyarakat agar tidak menumpuk di sekitar Balai Pemuda atau Tugu Pahlawan. Semua lokasi sudah disiapkan dan dikendalikan petugas lapangan,” tutur Priyo, Jumat (31/10).
Berikut 19 kantong parkir bagi masyarakat yang ingin menonton Parade Surabaya Juang 2025:
Titik Tugu Pahlawan (Start)
1. Jalan Kebon Rojo
2. Jalan Pasar Turi
3. Jalan Bubutan
4. Jalan Johar
5. Tugu Pahlawan
6. Jalan Tembaan
7. Jalan Pasar Besar Wetan
Titik Jalan Tunjungan
1. Jalan Genteng Kali
2. Gedung Siola
3. Jalan Genteng Besar
4. Jalan Kenari
5. Jalan Embong Malang (Pasar Tunjungan)
Titik Jalan Gubernur Suryo (Finish)
1. Jalan Simpang Dukuh
2. Taman Apsari
3. Balai Pemuda
4. Jalan Yos Sudarso
5. Jalan Ketabang Kali
6. Jalan Sedap Malam
7. Jalan Pemuda (Plaza Surabaya dan Bank Mandiri)
Selain itu, Dishub Surabaya juga akan melakukan rekayasa arus lalu lintas yang dilalui peserta Parade Surabaya Juang 2025. Ini demi menjaga kenyamanan masyarakat, mengingat ribuan orang diperkirakan akan datang dan menonton.
Lima jalan utama di pusat kota pun ditutup sementara selama kegiatan berlangsung, di antaranya Jalan Pahlawan, Jalan Tembaan, Jalan Gemblongan, Jalan Tunjungan, dan Jalan Gubernur Suryo.
Penutupan kelima jalan tersebut akan diberlakukan mulai pukul 12.00 WIB untuk persiapan acara. Setelah pukul 12.00, seluruh ruas jalan di jalur parade akan steril dari kendaraan,” imbuhnya.
Dishub Surabaya mengimbau masyarakat agar tidak memarkir kendaraan di badan jalan sekitar rute parade, tidak melewati pagar besi pembatas, dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan.
“Kami tetap menggunakan pagar besi di sepanjang jalur utama parade agar penonton tidak masuk ke badan jalan. Kami mohon kerja samanya agar kegiatan ini berjalan lancar, aman, dan tertib,” tukas Priyo.