JawaPos.com — Total 37 orang meninggal tercatat dalam tragedi ambruknya musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, setelah tim SAR berhasil mengevakuasi 11 jenazah tambahan pada hari ketujuh pencarian, Minggu (5/10).
Upaya evakuasi tetap berlangsung penuh ketegangan, dengan fokus pada reruntuhan dan struktur yang belum aman.
Pada Minggu (5/10) dini hari, tim SAR gabungan kembali bergerak, bekerja sistematis sekaligus mengantisipasi potensi runtuhan susulan.
Penyisiran difokuskan pada sektor A3 yang dianggap sangat padat material bangunan, serta sektor A4 yang diduga masih menyimpan korban.
Secara keseluruhan, jumlah korban yang dievakuasi oleh petugas sejak awal kejadian berjumlah 50 orang, dnegan 37 di antaranya meninggal.
Sekitar pukul 00.15 WIB, korban ke-40 berhasil dievakuasi dari sektor A3, menyusul korban ke-41 dan ke-42 beberapa menit kemudian.
Tidak lama setelah itu, korban ke-43 diekstrikasi pukul 00.50 WIB, lalu korban ke-44 pada 00.52 WIB, semuanya dari titik reruntuhan yang sama.
Pukul 01.34 WIB, satu jenazah baru berhasil diangkat dan tercatat sebagai korban ke-45, sebelum tim mengevakuasi korban ke-46 dan ke-47 masing-masing pada pukul 01.41 dan 01.48 WIB.
Evakuasi terus berlanjut hingga pukul 02.37 WIB ketika korban ke-48 ditemukan, dan tak lama kemudian korban ke-49 juga dievakuasi pada sekitar pukul 03.00 WIB.
Korban ke-50 ditemukan pada kawasan sektor A4 sekitar pukul 03.24 WIB, dalam kondisi tanpa kaki kanan dan langsung dibawa ke pos identifikasi.
Dengan temuan ini, 11 jenazah telah berhasil dievakuasi sejak operasi pencarian dimulai di hari ketujuh.
Struktur bangunan di sisi utara masih dinilai berisiko runtuh kembali, sehingga tim SAR memperkuat penyangga agar proses pencarian tetap aman bagi petugas.
Pembersihan puing difokuskan pada bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama agar akses ke titik sisa reruntuhan semakin terbuka.
Hingga Minggu pagi, data resmi mencatat total 141 korban dalam kejadian ini, termasuk satu potongan tubuh (body part).
Dari jumlah tersebut, 104 orang telah selamat dan 37 dinyatakan meninggal dunia, sementara 21 korban masih belum teridentifikasi.
Kabiddokkes Polda Jawa Timur Kombespol. dr. M. Khusnan menyampaikan bahwa hingga pukul 11.15 WIB belum ada kiriman jenazah baru setelah data di jam 9 pagi.
“Data terakhir korban adek-adek saya di pondok itu sampai jam 9 pagi itu ada 37, dan 8 sudah teridentifikasi mulai dari awal sampai sekarang. Jadi mulai jam 9 sampai sekarang (pukul 11.15 WIB) belum ada kiriman lagi,” ujar Khusnan, Minggu (5/10/2025).
“Jadi kami menerima 32 kantong jenazah. Ada 31 jenazah dan 1 body part,” imbuh Khusnan sebagai bagian dari update resmi di pos identifikasi.
Tim SAR, Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan pihak pondok terus bergerak tak kenal henti agar operasi evakuasi selesai dengan aman dan tuntas.
Proses pencarian kini lebih intensif pada sektor A3 dan A4 yang diperkirakan masih menyimpan korban tertimbun dalam reruntuhan. Tragedi ini meninggalkan luka mendalam di kalangan santri, keluarga, dan seluruh warga Sidoarjo.
Semua pihak berharap agar proses evakuasi dapat segera selesai dan seluruh jenazah dapat ditemukan, sekaligus menjadi pelajaran agar keamanan konstruksi bangunan ibadah dan pesantren senantiasa diperketat.