JawaPos.com – Berbeda dengan perpustakaan pada umumnya, C2O Library & Collabtive yang berlokasi di Jl. Dr. Cipto No.22 Surabaya ini memiliki konsep yang cukup unik.
C2O Library & Collabtive merupakan perpustakaan swadaya yang kemudian bertumbuh menjadi ruang kerja bersama di pusat kota Surabaya sejak tahun 2008.
Dilansir dari situs web C2O Library & Collabtive (c2o-library.net), ruang kolektif ini memiliki misi menciptakan ruang untuk belajar, bekerja, berkarya dan berinteraksi dengan beragam komunitas di sekitarnya secara terbuka dan kritis.
Jam operasional dimulai sejak pukul 11.00 sampai dengan pukul 21.00 WIB. Buka dari hari Selasa—Minggu, libur hanya di hari Senin dan tanggal merah.
Tidak perlu kuatir perihal keamanan, sebab, selalu ada petugas yang berjaga. Selain itu parkir tersedia di halaman dan area depan bangunan perpustakaan yang terasa teduh dan nyaman seperti di rumah sendiri.
Untuk menikmati fasilitas perpustakaannya sendiri tidak dikenakan biaya selama pengunjung membaca di tempat, namun jika ingin meminjam buku dapat mendaftar kartu anggota perpustakaan.
Kartu keanggotaan ini dikenakan biaya per tahun sebesar Rp.50.000,- dengan biaya sewa per buku sebesar Rp.10.000.
Baca Juga: Bupati Sidoarjo Bangun Perpustakaan dan Tambah Ruang Kelas SMPN 2 Tulangan
Batas buku yang bisa dipinjam per kartu sebanyak tiga buah dengan masa pinjam selama 21 hari.
Denah lokasi dapat dibagi menjadi tiga bagian yaitu di lantai satu bagian depan merupakan area perpustakaan dan toko buku, di area belakang terdapat dapur C2O yang menyajikan minuman dan jajanan yang dapat disantap di tempat, serta di lantai dua merupakan ruang kerja bersama.
Ruang kerja bersama atau coworking space dibanderol harga Rp.35.000,- per hari. Untuk dapat menggunakan fasilitas ini dalam rentang waktu yang lebih panjang disediakan juga sewa per bulan sebesar Rp.400.000,-.
Fasilitas ini sangat menguntungkan pengunjung berkat lengkapnya kenyamanan yang ditawarkan bagi pekerja yaitu jaringan internet, printer-fotocopy-scanner, serta persediaan minuman seperti kopi dan teh.
Saat berkunjung sendiri dan butuh teman, di area C2O sendiri memiliki beberapa kucing domestik yang selalu berpatroli dan kadang senang bermain dengan pengunjung. Salah satunya bernama Betmen, sila saling sapa sembari bekerja.
Baca Juga: Letkol Ricky Tacoma Menyulap Lounge Perwira dan Tamtama di Kapal Perang Jadi Perpustakaan Terapung
Koleksi buku di perpustakaan sendiri sebanyak kurang lebih 7.000 judul yang dapat dengan mudah diakses melalui e-katalog yang tersedia daring di situs web C2O.
Jika masih belum menemukan katalog buku yang dicari dapat bertanya langsung sekaligus mengobrol dengan penjaga perpustakaan.
Dapur C2O sendiri memiliki menu khas yang wajib dicoba untuk teman baca maupun bekerja, beberapa menunya antara lain teh telang sereh nipis, es soklat, juga kopi susu.
Sedangkan untuk menu jajanannya terdapat gluten free cookies dan roti panggang dengan ragam varian rasa.
Di antara area perpustakaan dan dapur, terdapat satu ruang komunal yang sering dijadikan medium untuk berbagai kegiatan seperti pameran seni, bedah buku, diskusi, workshop, pemutaran film serta Pasar Sehat yang rutin diadakan setiap bulan khusus di hari Minggu pertama.
Saat ini juga tersedia satu ruangan cukup lapang yang disewakan untuk kebutuhan studio atau kantor yang saat ini ditempat oleh studio arsitektur dengan jenama SB301.
Sejak pertama kali berdiri hingga hari ini, tak terhitung berapa banyak komunitas yang hadir, tumbuh bahkan lahir berkat medium kolektif yang diwadahi dan didukung oleh C2O Library & Collabtive.
Warga Surabaya bahkan tidak sedikit yang berbangga memiliki ruang kolektif seperti ini yang pada umumnya lebih banyak ditemui di kota-kota besar lain seperti Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.
Di luar opsi hiburan lainnya seperti mall dan taman hiburan, tampaknya perpustakaan dan ruang kolektif seperti ini tetap sangat dibutuhkan untuk berkomunitas secara aman dan nyaman.***