JawaPos.com – Presiden Joko Widodo yang akan melangsungkan peresmian Bandara Internasional Dhoho Kediri. Hal ini setelah Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan koordinasi ke protokol Kepresidenan pada Senin (11/12).
“Hasilnya tidak jadi ada soft opening (Bandara Dhoho, Red) tapi nanti langsung diresmikan oleh Presiden,” kata salah satu pejabat di Jakarta yang enggan namanya dikutip Radar kediri (Jawa Pos Grup).
Perubahan acaranya ini sudah sangat dipastikan tidak ada rombongan Menteri pada Jumat (15/11) nanti.
Baca Juga: Beasiswa Tak Kunjung Cair, Puluhan Mahasiswa Terancam Terlantar hingga Ada Dugaan Pungli Rp 5 Juta
Pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini adalah menyelesaikan tahapan kalibrasi.
Dilansir Radar Kediri pada Selasa (12/12), PT Surya Dhoho Investama (SDhI) akan menyewa sebuah unit pesawat yang memiliki kapasitas 150 penumpang untuk membawa rombongan dari Jakarta saat soft opening Jumat (15/11).
Rombongan tersebut yakni Menter Pehubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo dan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Menko Marvest) Ad Interim Erick Thohir. Rombongan ini rencananya akan berangkat dari Bandara Halim Perdana Kusuma.
Pembatalan soft opening ini membuat pihak Kementerian Perhubungan bisa memfokuskan kalibrasi bandara. Meski pesawat PK-CAP Hawker Beechcraft yang digunakan untuk kalibrasi sudah kembali ke Jakarta. Pesawat PK-CAP Hawker Beechcraft akan kembali ke Kediri pada pekan ini.
“Nanti mengecek hasil kalibrasi sudah ditindaklanjuti atau belum. Sudah benar atau belum,” ujarnya.
Baca Juga: Sudah Siap Disinggahi Pesawat, Lima Maskapai Jajaki Rute dari Bandara Dhoho Kediri
Dengan masih adanya beberapa tahapan tersebut maka sertifikat untuk Bandara Dhoho kediri belum akan turun.
“Ya nanti setelah tindak lanjut hasil kalibrasi selesai, baru akan turun,” ucapnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi mengatakan pihak Pemkab dan PT SDhI saat ini menunggu rekomendasi dari Kemenhub.
“Untuk kalibrasi sudah selesai,” ujar Sukadi.
Setelah kalibrasi yang dilakukan ini selesai makan pihak Kemenhub akan melakukan rapat terkait hasil tersebut. ini akan dilakukan setelah pihak pembangun menyelesaikan hasilkalibrasi. Jika semua selesai maka mereka bisa mendaptkan sertifikat sementara bandar udara.
Bandara Dhoho Kediri bisa melakukan pra-operasi setelah medapatkan sertifikat sementar tersebut. proses ini akan dilakukan sebelum proyek Bandara Dhoho kediri bisa digunakan untuk komersil.
Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan masih banyak tahapan yang dilakukan di pra Operasi Bandara Dhoho kediri. Seperti melakukan take off dan landing di Bandara Dhoho Kediri.