JawaPos.com - Geliat pengiriman produk/komoditas asal Jatim ke luar negeri makin terasa. Hingga semester pertama tahun ini, nilai ekspor yang dicatatkan telah mencapai USD 18,08 miliar atau naik 8,45 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Jumlah itu masih akan terus bertambah. Sebab, ada cukup banyak kegiatan ekspor yang digelar. Seperti Selasa (1/11), di sela-sela acara East Java Export Festival, hasil produksi industri di Jatim dengan nilai total USD 1,46 juta diekspor ke empat negara.
Pengiriman komoditas-komoditas tersebut dihadiri Gubernur Khofifah Indar Parawansa. ”Tentunya, kami berharap ekspor mampu mendorong pertumbuhan pasar industri di Jatim,” katanya di sela-sela pemberangkatan kemarin.
Khofifah menjelaskan, sederet kebijakan diberlakukan pemerintah untuk memfasilitasi pengusaha agar bisa ekspor. Salah satunya memberikan kemudahan untuk mengirim barang/komoditas ke luar negeri. ”Usaha ini butuh kolaborasi. Contohnya melalui kerja sama dengan kantor bea cukai untuk memberikan layanan kemudahan pengurusan ekspor,” ujarnya.
Strategi lain yang juga digulirkan adalah menggencarkan promosi. Sederet kegiatan digelar. Mulai misi dagang hingga mengikuti pameran di luar negeri. ”Nanti akan ada produk yang dibawa ke Arab Saudi untuk dipamerkan,” ucap Khofifah.