Selasa (13/9) pagi, bekerja sama dengan Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), akhirnya fasilitas untuk penderita TB dapat dinikmati di lima rumah sakit. Salah satunya di RS Wates Husada,, Kedungpring, Balongpanggang. Program coaching TB itu mulai bisa dimanfaatkan oleh para penderita TB.
Apalagi, program tersebut hanya diberlakukan di Jakarta dan Gresik. ’’Gresik menjadi salah satu penerapan program coaching TBC ini yang hari ini dibuka,’’ ucap Direktur Utama RS Wates Husada Titin Ekowati.
Dia menyampaikan, RS Wates Husada menjadi satu di antara empat RS lain yang menjalin kerja sama tersebut.Yakni, RS Eka Husada Jalan Raya Menganti, RS Cahaya Giri Jalan Raya Bringkang, dan RS Rachmi Dewi GKB. Dalam program coaching TB itu, pemeriksaan dini seperti pemeriksaan dahak dilakukan langsung oleh dokter spesialis.
Selain itu, ada konsultasi hingga pendampingan obat. Pasalnya, kendala penderita TB selama ini adalah jauhnya lokasi pengambilan obat. Belum lagi, para penderita TB cukup berat saat meminum beragam obat. ’’Nah, kami juga beri pendampingan minum obat untuk menghindari putus obat,’’ ujarnya.
Yang jelas, lanjut Titin, program coaching TB itu diharapkan dapat membantu target eliminasi TB pada 2030. Karena lebih banyak fasilitas untuk penderita TB, para pasien tak lagi berat saat mengambil obat. ’’Dengan begini, jarak pengambilan obat juga lebih dekat,’’ imbuhnya.
Pihak USAID membantu dalam hal pengadaan obat, tempat pemeriksaan, dan fasilitas lain.
---
Penemuan Kasus TB di Kabupaten Gresik
- 2017 : 2.030
- 2018 : 2.230
- 2019 : 2.515
- 2020 : 1.456
Sumber: Dinkes Gresik