← Beranda
Ban Pecah, Pikap Nyungsep ke Parit, Muatan 1,2 Ton Ayam pun Mati 
M Sholahuddin• Sabtu, 28 Agustus 2021 | 20.16 WIB
Photo
JawaPos.com – Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Raya Duduksampeyan, Gresik, tepatnya di depan Desa Sumari, pada Jumat hari (27/8). Mobil Mitsubishi L300 bermuatan ayam potong mendadak kehilangan kendali hingga terguling masuk ke sawah. Meski tidak ada korban jiwa, ratusan ayam mati karena tergencet.

Peristiwa itu terjadi saat pikap bernopol L 8432 AI yang dikemudikan Turmudzi melaju dari arah barat ke timur sekitar pukul 02.30. Pria asal Desa Sawahan, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, tersebut tiba-tiba gagal mengendalikan laju mobil. ’’Sesampai di lokasi, ban depan sebelah kanan pecah sehingga pikap oleng dan masuk ke parit sawah,’’ terang Kapolsek Duduksampeyan AKP Bambang Angkasa.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, ratusan ekor ayam dengan total 1,2 ton mati akibat tertimpa badan pikap.

’’Sopir hendak mengirimkan pesanan ayam potong dari Blora ke Surabaya,’’ ungkap Bambang.

Saat proses evakuasi, sempat terjadi kemacetan. Nyaris seluruh badan pikap masuk ke parit. ’’Kami menggunakan alat berat untuk mengangkat pikap,’’ jelasnya.

Peristiwa itu kian menambah daftar panjang kecelakaan tunggal di jalur tersebut. Pada Selasa lalu (24/8), truk bermuatan besi dari Jakarta menabrak warung makan milik Lutfiati, warga Desa Setrohadi, Kecamatan Duduksampeyan.

Peristiwa itu juga terjadi pada dini hari, yakni sekitar pukul 01.00. Mulanya, sopir Kosnadi mengendarai truk bernopol N 8741 UR. Saat itu truk berjalan dari arah barat ke timur menuju Surabaya. Ketika berada di TKP, truk mendadak oleng ke kiri hingga menabrak warung makan.

Belakangan diketahui, sopir mengemudi dalam kondisi mengantuk. Pria 40 tahun itu gagal menguasai kemudinya. Akibat tabrakan tersebut, warung makan yang berdiri di samping jalan raya rusak parah. Kondisinya berantakan. Bahkan, kepala truk masuk ke warung.

’’Kami juga mengimbau para sopir yang mengemudi jarak jauh agar tidak melanjutkan perjalanan ketika mengantuk supaya tidak ada kejadian serupa,’’ tandas Bambang.

 
EDITOR: M Sholahuddin