JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa meminta pendirian tempat isolasi untuk ibu hamil. Usul itu disampaikan saat meninjau rumah oksigen di kawasan industri SIER, Surabaya, Rabu (18/8). Rumah oksigen tersebut hasil kerja sama Pemprov Jatim, PT SIER, TNI-AL, dan Samator Group.
Menurut Khofifah, saat ini belum ada ruang isolasi khusus bagi ibu hamil. Padahal, ibu hamil yang terpapar Covid-19 membutuhkan layanan khusus dan perhatian ekstra agar kondisi psikisnya terjaga. ”Saya berharap rumah oksigen ini bisa dimanfaatkan untuk tempat isolasi khusus ibu hamil,” katanya.
Konsep rumah oksigen di area SIER sudah separo jadi. Sebanyak 50 bed sudah disiapkan. Setiap tempat bed disediai panel untuk suplai oksigen sehingga tidak dibutuhkan tabung di sisi tempat tidur. ”Ruangan ini sangat tepat untuk ibu hamil yang positif tanpa gejala dan risiko rendah. Mereka bisa melakukan isolasi terpusat di rumah ini,” jelas Khofifah.
Di rumah oksigen tersebut juga telah disiagakan kendaraan pemeriksaan PCR milik TNI-AL. Meski belum beroperasi, tempat itu dinilai Khofifah cukup bagus untuk isolasi mandiri bagi pasien Covid-19 dengan gejala ringan. Khofifah menyebut tingkat keterisian ranjang (bed occupancy ratio) rumah sakit di Jatim sudah turun. Meski begitu, langkah antisipasi tetap harus dilakukan.
Setelah meninjau rumah oksigen di kawasan SIER, ketua umum PP Muslimat NU itu mengecek tarif swab PCR di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya (BBLKS). Dia ingin memastikan tarif yang diterapkan sudah sesuai instruksi presiden. ”Ketentuannya, tarif maksimal Rp 495 ribu dan hasil keluar maksimal 1 x 24 jam,” katanya.
Di BBLKS tarif swab PCR dipatok Rp 480 ribu. Angka tersebut sudah di bawah ketentuan presiden. Durasi waktu yang dibutuhkan untuk mengecek sampel kurang dari 24 jam. ”Pola yang diterapkan sudah sesuai. Kami berharap rumah sakit, klinik, dan laboratorium lainnya bisa meniru,” tegasnya.