Jawa Pos.Com – Di tengah masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, warga Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Gresik, Jumat (9/7) dikejutkan dugaan kasus pembunuhan. Korbannya, Erni Kristiana, warga setempat. Janda muda berusia 36 tahun itu ditemukan tewas telungkup di tempat tidur rumahnya. Perutnya ada luka tusuk.
Dari informasi yang dihimpun, kejadian tersebut diketahui Jumat (9/7), sekitar pukul 11.00 WIB. Kali pertama yang mengetahui korban dalam keadaan tewas adalah Sriati, salah seorang kerabat Erni. Dia menceritakan, awalnya dia hendak mendatangi rumah korban. "Saya cek kamarnya, ternyata dalam keadaan terkunci," ujarnya seperti disampaikan ke polisi.
Sriati pun curiga. Dia merasa ada yang tidak beres. Lalu, dia berinisiatif untuk melaporkan keadaan tersebut kepada RT setempat. Bersama warga, pintu kamar di rumah korban pun dibuka paksa. Kekhawatiran itupun terbukti. Begitu pintu kamar terbuka, Sriati pun dan beberapa warga dibuat kaget. Erni sudah dalam keadaan tak bernyawa. Tubuhnya telungkup di lantai kamar di sisi kasur. Korban mengenakan daster biru.
Beberapa warga melihat, pelipis korban terdapat luka-luka. Demikian juga di perut. Tampak seperti luka tusuk benda tajam. Bercak darah juga terlihat di sejumlah lantai. ‘’Sekitar dua bulan lalu, korban baru ditinggal meninggal suaminya,’’ ujar salah seorang warga setempat.
Menurut warga, korban tinggal di rumah bersama anaknya. Namun, ketika peristiwa tragis itu terjadi, anak korban sedang berada di rumah keluarganya di Desa Dungus, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.
Kejadian tersebut pun langsung dilaporkan ke aparat kepolisian setempat. Tidak berselang lama, anggota dari Polsek dan Koramil Menganti beserta tenaga kesehatan datang ke tempat kejadian perkara (TKP). Ambulans dan petugas dengan alat pelindung diri (APD) lengkap langsung mengevakuasi korban ke RSUD Ibnu Sina Gresik.
"Korban sudah dibawa ke RSUD Ibnu Sina untuk proses otopsi," kata Kanitreskrim Polsek Menganti Aiptu Agus Setya Margono. Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan detail. Yang pasti, kasus di Bringkang itu ditangani pihak Polres Gresik. "Masih penyelidikan dan menunggu hasil otopsi," lanjut Agus.
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto dihubungi melalui Kasatreskrim AKP Bayu Febrianto Prayoga membenarkan penemuan mayat tersebut.Tapi, pihaknya juga masih belum bisa menyimpulkan apakah korban korban merupakan pembunuhan atau ada penyebab lain. "Kami masih melakukan pendalaman," ujarnya.