JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan pasokan oksigen bagi pasien Covid-19 aman. Dia mengaku sudah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Surabaya.
”Sudah komunikasi dan koordinasi sama kemenkes juga. Soalnya daerah nggak bisa jalan sendiri. Kita ini kan kekuatan besar,” ujar Eri ketika ditemui saat persiapan pembukaan RS Lapangan Tembak di Kedung Cowek Surabaya pada Selasa (6/7).
Wali kota kembali menegaskan, pasokan oksigen harus dikuatkan seluruh provinsi Indonesia. Sehingga tidak bisa bila hanya mengandalkan satu daerah saja.
”Kita lihat Indonesia, provinsi, dan kota, selalu menguatkan. Gimana oksigen bisa terpenuhi. Surabaya nggak cuma warga Surabaya tapi warga Jatim di sini. Bagaimana kita menyiasati biar nggak ada yang menang-menangan,” tutur Eri.
Dia melihat pasokan oksigen saat ini sangat mencukupi seluruh warga Surabaya. Namun, pihaknya akan menghitung ulang.
”Insya Allah (mencukupi). Kami hitung lagi kebutuhan isoman. Mereka butuh tabung nggak. Karena nggak semua RS bisa menampung gejala Covid-19. Mereka masih isoman,” jelas Eri.
Sebelumnya, dalam pemaparan pada Komisi IX DPR, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, Jawa Timur memiliki pasokan oksigen terbanyak ke-4 dibandingkan provinsi lain di Indonesia. ”Target suplai oksigen Jawa dan Bali adalah 2.262 ton per hari,” terang Eri.
Dari 422 rumah sakit di Jawa Timur, terdapat 1.081 kamar perawatan intensif Covid-19. Per hari, memasok 133,6 ton. Untuk 11.458 kamar isolasi, memasok 235,9 ton oksigen per hari.
Total kamar perawatan Covid-19 adalah 12.539. Untuk pasien di kamar-kamar itu, Kemenkes memasok 369,5 ton oksigen per hari.