JawaPos.com–Upaya mendorong donor plasma konvalesen masih terus dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI). Selasa (16/2), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendi mengunjungi kantor PMI di Jalan Embong Ploso Surabaya.
Muhadjir mengaku bersyukur stok plasma konvalesen di Surabaya masih terhitung tertinggi di Indonesia. Dia mengapresiasi berbagai pihak yang ikut screening sebagai proses sebelum donor plasma.
”Alhamdulillah kita termasuk yg tertinggi di seluruh Indonesia. Rata-rata pendonor juga masih banyak. Pegawai PLN ada 306. Masih diseleksi bisa atau enggak,” tutur Muhadjir.
Dia mengatakan, beberapa PMI kekurangan kantong plasma. Untuk itu, dia memastikan kantong akan segera dikirim.
”Saya mendengar ada kelangkaan kantong. Saya akan usahakan dan pengadaan supaya nggak ada kelangkaan,” ujar Muhadjir.
Muhadjir juga mengakui alat donor plasma konvalesen masih kurang. Ketersediaan alat juga dilihat masih belum merata.
”Alat di Surabaya ada 4, DKI kalau tidak salah ada 18. Akan disebar ke luar Pulau Jawa. Pendanaan sudah diatur Kemenkes dan BNPB,” kata Muhadjir.
Masalah lain yang diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan adalah kurangnya alat plasma konvalensen. Tidak hanya di Indonesia, juga di dunia.
”Dunia baru sadar plasma ini bisa jadi faktor pembeda (terapi penyembuhan). Kita termasuk yang menggunakan,” ucap Muhadjir.
Ketika ditanya soal stok plasma konvalesen, Muhadjir memaparkan, terdapat 159 kantong dari berbagai golongan darah. ”Pasien yang antre secara nasional sekitar 626 orang. Yang sudah berhasil dibagi mencapai 1.103.000 kantong,” terang Muhadjir.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/a1TgDSwLs7M