← Beranda
Survei PPI: Erick Thohir Masuk 3 Besar Pejabat Berkinerja Terbaik
Andika Rachmansyah• Senin, 19 Oktober 2026 | 06.55 WIB
Erick Thohir meraih 6 persen dalam survei PPI, di bawah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Kemenpora)

JawaPos.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir masuk tiga besar pejabat negara dengan kinerja terbaik dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berdasarkan survei Parameter Politik Indonesia (PPI). Erick menempati posisi ketiga dengan perolehan 6 persen.

Dalam hasil survei yang dirilis pada Minggu (18/10/2026), posisi pertama ditempati Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan 15,4 persen. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya berada di urutan kedua dengan 14,5 persen.

Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menjelaskan bahwa survei tersebut turut mengukur persepsi masyarakat terhadap kinerja para menteri dan pejabat negara. Responden diminta menyebutkan sosok yang dinilai memiliki kinerja terbaik.

Berdasarkan alasan yang disampaikan responden, penilaian positif terhadap Erick paling banyak dikaitkan dengan persepsi bahwa tim nasional sepak bola Indonesia semakin bagus. Alasan tersebut disebut oleh 15,6 persen responden dalam kelompok penilai Erick.

Alasan berikutnya adalah keberhasilan tim nasional masuk final ASEAN Cup serta kinerja yang dinilai terlihat, yang masing-masing disebut oleh 7,8 persen responden dalam kelompok tersebut.

Survei PPI dilaksanakan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.

Pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 2,83 persen.

Hasil tersebut menggambarkan persepsi responden terhadap pejabat yang mereka nilai berkinerja terbaik selama periode survei. Angka yang diperoleh bukan ukuran menyeluruh atas seluruh program dan capaian kementerian, termasuk di bidang olahraga dan kepemudaan.

Karena itu, penilaian tersebut perlu dibaca sesuai konteks pertanyaan survei dan alasan yang disampaikan responden. Capaian kebijakan maupun program kementerian memerlukan indikator tersendiri untuk dinilai secara lebih menyeluruh.

EDITOR: Hendra