← Beranda
Duka di ITB Ultra Marathon 2026, Dody Muhammad Pasha Meninggal Dunia
Ryandi Zahdomo• Minggu, 18 Oktober 2026 | 23.30 WIB
Ilustrasi lari marathon. (Dok. Jawa Pos)

 

JawaPos.com - Duka menyelimuti ajang ITB Ultra Marathon 2026 setelah Dody Muhammad Pasha, mahasiswa Teknik Pertambangan ITB, meninggal dunia saat berlari di kawasan Cianjur, Jawa Barat, pada Sabtu (17/10).

Almarhum yang berlaga di kategori Relay 16 sempat mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis lapangan sebelum akhirnya dirujuk dan dinyatakan meninggal di RS Dr. Hafiz Cianjur.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah sekitar Pesantren Al-Ittihad Cianjur. Tim medis yang bersiaga di lokasi, termasuk dokter bertugas, langsung memberikan penanganan darurat begitu insiden terjadi.

Baca Juga: Lawan Persik, Marc Klok Bilang Persib Butuh Kemenangan

Meski upaya medis lanjutan telah dilakukan secara maksimal oleh tim dokter RS Dr. Hafiz Cianjur, nyawa peserta tersebut tidak tertolong.

Menerima kabar duka ini, jajaran pimpinan ITB bersama perwakilan panitia dan alumni langsung mendampingi keluarga almarhum.

Beberapa jajaran yang hadir antara lain Plt. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Prof. Edwan Kardena, Direktur Kemahasiswaan Prof. Muhammad Insanu, Race Director Ahmad Shalahuddin Zulfa, Ketua Panitia Aleks Suhanto, serta perwakilan Ikatan Alumni Teknik Pertambangan ITB.

Baca Juga: HGI Pamer Kartu Koleksi Luís Figo di Jakarta Game On 2026

Pada Minggu (18/10), jenazah diberangkatkan menuju rumah duka di Jambi dan diperkirakan tiba pukul 20.00 WIB. Pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Senin (19/10).

Sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian, Kasubdit Humas ITB Imam Santoso bersama perwakilan FTTM ITB diutus untuk mendampingi keluarga hingga proses pemakaman usai.

Doa Bersama di Garis Finis

Saat penutupan kegiatan di ITB Kampus Ganesha, Bandung, Minggu (18/10), Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., memimpin doa bersama yang diikuti seluruh peserta untuk mendoakan almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

Ketu panitia Aleks Suhanto turut memohon doa dari masyarakat luas dan civitas akademika ITB.

"Kami memohon doa dari seluruh keluarga besar ITB, alumni, peserta, dan masyarakat agar almarhum diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala kekhilafannya, serta mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," tutur Aleks dalam keterangan resminya, Minggu (18/10).

"Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi masa yang berat ini," ucap Aleks.

Baca Juga: Komunitas S2LGC Gelar Turnamen Internal Memperebutkan Piala Bergilir

Panitia ITB Ultra Marathon 2026 juga mengapresiasi dukungan semua pihak selama acara berlangsung pada 16–18 Oktober 2026, sekaligus mengimbau publik untuk menghormati privasi keluarga almarhum dalam suasana duka ini.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah