JawaPos.com - Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri mengamankan tiket final Denmark Open 2026.
Kepastian itu didapat setelah mereka mengalahkan pasangan Tiongkok Liang Wei Keng/Wang Chang.
Fajar/Fikri susah payah mengalahkan Liang/Wang di i Jyske Bank Arena, Odense, Sabtu (17/10).
Baca Juga: Fajar/Fikri Lolos ke Semifinal Denmark Open 2026, Siap Balas Dendam pada Liang/Wang
Pasangan unggulan ketiga itu menang lewat pertempuran tiga gim dengan skor 21-16, 16-21, 21-16 dalam tempo kurang lebih satu jam.
"Alhamdulillah yang pasti saya sangat senang bisa kembali lagi ke final di pertandingan Denmark Open ini bersama Fajar. Yang pasti ini bukan perjalanan yang mudah tapi ini belum berakhir, masih ada hari esok," kata Fikri usai laga dalam keterangan resmi PBSI, Sabtu (17/10).
Di partai puncak, Fajar/Fikri akan menghadapi pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik.
Baca Juga: KONI Apresiasi Kepemimpinan Herindra, Kepengurusan Baru PB ESI Perkuat Prestasi Nasional
Ganda putra peringkat keempat dunia tersebut melaju ke final setelah menyingkirkan pasangan nomor satu dunia asal Korea Selatan Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
"Saya dan Fajar akan lebih siap lagi menghadapi final melawan pasangan Malaysia. Semoga besok bisa mendapatkan hasil yang terbaik," harap Fikri.
Kemenangan atas Liang/Wang juga menjadi momentum penting bagi Fajar/Fikri karena berhasil membalas kekalahan.
Sebelumnya, mereka menelan kekalahan dari pasangan Tiongkok tersebut di babak semifinal Asian Games 2026.
"Yang pasti situasi lapangan, situasi shuttlecock di Denmark Open dan di Asian Games kemarin sangat berbeda ya. Di Asian Games kita tahu semua bahwa laju shuttlecock sangat pelan, sangat lambat jadi mereka sangat nyaman dengan pola permainan defense balik serang," ungkap Fajar.
Menurut Fajar, kondisi shuttlecock di Denmark Open yang lebih cepat membuat Liang/Wang tidak bisa menerapkan pola bertahan seperti saat tampil di Asian Games.
Baca Juga: Kenalkan Hyrox dan Tenis sejak Usia Dini, Solusi Agar Anak Tidak Kecanduan Gadget
Situasi tersebut berusaha dimanfaatkan Fajar/Fikri untuk menekan lawan dan mengamankan kemenangan.
"Tapi di sini kondisi shuttlecock lumayan kencang dan itu membuat mereka melakukan defense tidak bisa senyaman di Nagoya. Saya dan Fikri coba memanfaatkan kesempatan itu," tandas dia.