← Beranda
Asian Games 2026: Jojo Awali Perempat Final Beregu Putra dengan Kekalahan
AntaraSelasa, 22 September 2026 | 22.58 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie. ANTARA FOTO/Fauzan/nym.

 

JawaPos.com - Tim beregu putra bulu tangkis Indonesia gagal mendulang poin pembuka di babak perempat final Asian Games Aichi-Nagoya 2026, saat tunggal putra Jonatan Christie dikalahkan Leong Jun Hao asal Malaysia.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Kota Ichinomiya, Aichi, Jepang, Selasa, Jonatan mencatatkan skor 22-20, 12-21, 17-21.

"Sebenarnya tadi awalnya berjalan dengan baik, tapi saat dia dapat kepercayaan diri jadi beda. Saya coba untuk fight back, coba untuk push dia tapi ya di poin-poin krusial saya kurang berani main agresif," kata Jonatan soal pertandingannya.

Baca Juga: Tim Beregu Putri Indonesia ke Semifinal Asian Games 2026 Usai Bungkam Taiwan

Pebulu tangkis yang akrab disapa Jojo itu sudah mengalami tekanan sejak pertengahan gim pertama. Namun ia berhasil mengamankan poin pertama kendati harus bersusah payah.

Menurutnya, kondisi teknis di lapangan turut berpengaruh pada permainannya hari ini.

"Suasana di sini cukup beda, cukup panas, kondisi bola juga agak lambat. Jadi harus banyak menggunakan power dan stamina juga karena dituntut untuk reli, itu yang membedakan dari pertemuan terakhir dengan Leong," ungkap Jonatan.

Sebagai wakil Indonesia di partai pertama, Jonatan mengaku punya ambisi agar bisa menghasilkan kemenangan pembuka bagi timnya. Namun sayangnya harapan tersebut tidak bisa terwujud akibat tekanan teknis.

Baca Juga: Tak Ada Timnas Indonesia! Berikut Jadwal Pertandingan Sepak Bola Asian Games 2026

"Memang ekspektasi dari diri sendiri juga pastinya ingin dapat poin juga bagi Indonesia, tapi tidak bisa menjalankannya dengan baik. Pasti ada kecewa, tapi sudah melakukan yang terbaik," pungkas Jonatan.

Setelah Jonatan, pada partai kedua perempat final beregu putra hari ini, Indonesia menurunkan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Duo Indonesia tersebut menghadapi Goh Sze Fei/Mohd Nur Izzuddin.

EDITOR: Banu Adikara