JawaPos.com – Novak Djokovic akan kembali tampil di China Open setelah absen selama 11 tahun, menyusul kekalahan mengejutkan pada babak pertama US Open.
Dilansir dari laman Flashscore pada Kamis (17/9), Petenis Serbia tersebut mengumumkan keputusannya pada Rabu dan akan kembali mengikuti turnamen ATP 500 di Beijing yang pernah dimenanginya sebanyak enam kali.
Keputusan tersebut diambil Djokovic setelah kehilangan momentum dan turun ke peringkat ke-12 dunia akibat kekalahan dari petenis Argentina, Mariano Navone, pada babak pertama US Open.
Kekalahan tersebut menjadi catatan buruk bagi Djokovic karena untuk pertama kalinya sejak Australian Open 2006 ia tersingkir pada babak pertama turnamen Grand Slam.
Dalam pertandingan melawan Navone, Djokovic sempat mengalami muntah serta terganggu masalah punggung dan bahu yang memengaruhi servisnya hingga pertandingan berakhir dalam lima set.
Juara Grand Slam 24 kali itu terakhir tampil di China Open pada 2015 dan berhasil meraih gelar keenamnya sekaligus mempertahankan rekor sempurna di turnamen tersebut.
Djokovic menyambut antusias keputusannya untuk kembali bertanding di Beijing dan berharap dapat membangun kembali momentumnya setelah hasil mengecewakan di New York.
Turnamen tunggal putra China Open tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 30 September hingga 6 Oktober, sedangkan Jannik Sinner merupakan juara bertahan setelah memenangkan edisi sebelumnya.
Djokovic berharap penampilannya di Beijing dapat menjadi langkah penting untuk kembali menemukan performa terbaiknya setelah mengalami kemunduran pada US Open.