JawaPos.com – Alexander Zverev memenangkan gelar US Open pertamanya pada usia 29 tahun, sekitar dua dekade setelah didiagnosis mengidap diabetes tipe 1 ketika berusia empat tahun.
Dilansir dari laman Money Control pada Selasa (15/9), Petenis asal Jerman tersebut mengalahkan Ben Shelton dengan skor 6-3, 7-6(2), 5-7, 6-2 di Flushing Meadows untuk meraih gelar Grand Slam keduanya pada 2026.
Seusai pertandingan, Zverev memberikan penghormatan khusus kepada ibunya, Irina, yang sejak awal menolak anggapan bahwa diabetes akan membatasi masa depan dan ambisinya sebagai atlet.
Zverev mengungkapkan bahwa ketika dirinya didiagnosis pada usia empat tahun, dokter memperingatkan bahwa kehidupan dan aktivitas olahraga yang dijalaninya dapat menghadapi banyak keterbatasan.
Namun, Irina yang merupakan mantan petenis profesional meyakinkan keluarganya bahwa kondisi tersebut tidak akan menentukan masa depan putranya.
Zverev menyebut ibunya sebagai sosok terpenting dan terkuat dalam hidupnya karena terus mendukung impiannya hingga akhirnya mampu menjadi juara Grand Slam.
Kesuksesan di US Open melengkapi perjalanan panjang Zverev yang sebelumnya nyaris meraih gelar di turnamen tersebut pada 2020 sebelum kalah dari Dominic Thiem setelah unggul dua set.
Zverev kemudian meraih gelar Grand Slam pertamanya di French Open tahun ini dan mencapai final Wimbledon sebelum kembali memperkuat statusnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia.
Zverev juga mengapresiasi ayahnya, Alexander Zverev Sr, serta saudaranya, Mischa, yang menjadi bagian dari timnya dan mendampinginya melewati perjalanan panjang menuju keberhasilan tersebut.