JawaPos.com – Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah jadi tumpuan ganda campuran cabor bulu tangkis dalam Asian Games Aichi-Nagoya yang dimulai akhir pekan nanti (19/9). Alasan pertama, Amri/Nita mampu merebut medali perunggu dalam Kejuaraan Dunia BWF di New Delhi bulan lalu (22/8).
Alasan kedua, dari dua pasangan yang diturunkan pada nomor perorangan, hanya Amri/Nita yang berstatus ganda campuran murni. Sementara itu, Nikolaus Joaquin/Siti Fadia Silva Ramadhanti berasal dari sektor ganda putra dan ganda putri. Joaquin merupakan tandem Raymond Indra, sedangkan Fadia jadi partner Amallia Cahaya Pratiwi.
Baca Juga: Kalah dari Madura United, Riko Simanjuntak Minta PSS Sleman Segera Bangkit
Meski demikian, Amri tidak ingin posisi tersebut membuat langkah mereka terbebani. Dia justru melihatnya sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan di panggung Asia. ”Kalau terbebani sih nggak ada. Saya ingin menikmatinya saja. Mau jadi andalan atau tidak, latihan dan persiapannya sama,” beber Amri.
Berbeda dengan Amri, Nita mengakui tekanan tetap ada. Terlebih, Asian Games menjadi pengalaman pertama mereka tampil dalam ajang multievent. ”Beban itu pasti ada dan dirasakan. Seperti saat ketemu (pasangan) Turki di babak awal Kejuaraan Dunia. Itu seperti nggak boleh banget kalah. Bahkan rubber game saja rasanya nggak boleh,” tutur Nita.
Terkait bonus yang dijanjikan pemerintah bagi peraih medali emas Asian Games tidak mengubah fokus Amri/Nita. Mereka menyebut, penghargaan tersebut cukup menjadi motivasi tambahan. Sementara target utama tetap meraih prestasi bersama Indonesia.
Baca Juga: Jelang Lawan Borneo FC, Osmar Loss Soroti Ketajaman Lini Depan Dewa United