← Beranda
Indonesia Masters 2026: Pemain Muda Bulu Tangkis Indonesia Punya PR Mental, Fisik, dan Konsistensi
Rizky Ahmad FauziRabu, 9 September 2026 | 23.18 WIB
Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan bertarung melawan pasangan Malaysia Aaron Chia/Soh Wooi Yik di Indonesia Open 2023. PBSI mengevaluasi pemain muda usai Indonesia Masters 2026. Mental, fisik, dan konsistensi menjadi pekerjaan rumah untuk turnamen berikutnya. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com – PBSI mencatat progres pemain muda di Indonesia Masters 2026 yang berakhir Minggu (6/9) di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak. Meski begitu, masih banyak PR (pekerjaan rumah) di sisi mental, fisik, dan konsistensi.

Di event BWF Super 100 tersebut, prestasi terbaik hanya ganda putra Yeremia Erich Rambitan/Patra Harapan Rindorindo yang mencapai final.

Andrei Adistia selaku kepala pelatih ganda putra pratama PBSI menuturkan, performa para pemain secara pola permainan sebenarnya sudah cukup baik.

Akan tetapi, di poin-poin krusial, masih sering terlalu memaksakan. Selain itu, butuh peningkatan strength endurance dan strength power agar lebih siap menghadapi turnamen secara beruntun.

Sebelum Indonesia Masters, skuad Indonesia bertanding dalam International Challenge di venue yang sama.

“Secara keseluruhan progres anak-anak cukup baik. Mayoritas masih baru di level ini, tetapi sudah bisa bersaing dengan pasangan-pasangan berpengalaman di Super 100. Ini menjadi barometer yang baik untuk melihat apa yang masih perlu dievaluasi dan dipersiapkan di turnamen berikutnya,” beber Andrei.

Sementara Wiempie Mahardi selaku kepala pelatih tunggal putra pratama PBSI menilai penampilan anak asuhnya, Richie Duta Richardo, sudah maksimal.

“Bermain back-to-back di nomor tunggal memang tidak mudah dan kebugarannya terlihat sedikit menurun. Namun, ini menjadi pengalaman penting bagi pemain muda, terutama untuk membangun mental dan fighting spirit,” katanya.

Kepala Pelatih Ganda Campuran Pratama Muhammad Rijal menambahkan, untuk anak asuhnya, hasilnya juga masih belum maksimal.

Di International Challenge hanya mendapat satu gelar melalui Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu. Sementara di Indonesia Masters, mereka mencapai semifinal.

“Di perempat final memang ada tiga pasangan, tetapi hasil akhirnya masih belum sesuai harapan,” ucapnya. 

EDITOR: Hendra