← Beranda
F1: Kimi Antonelli Menang dari P19 di Monza, George Russell Makin Jauh dari Gelar
Rizka Perdana PutraRabu, 9 September 2026 | 23.15 WIB
Kimi Antonelli menang F1 Italia 2026 dari posisi P19 di Monza. George Russell finis kedua dan kini tertinggal 66 poin di klasemen. (Bein Sports)

JawaPos.com – Kimi Antonelli menampilkan performa impresif dalam Formula 1 (F1) Italia di Sirkuit Monza pada Minggu (6/9). Start dari posisi ke-19 (P19) akibat penalti pergantian power unit, pembalap Mercedes itu tetap mampu keluar sebagai pemenang balapan di negaranya sendiri.

Hasil tersebut membuat keunggulan Antonelli atas rekan setimnya, George Russell, di klasemen sementara pembalap bertambah. Dari 59 poin menjadi 66 poin. Russell yang sejatinya diposisikan sebagai pembalap nomor satu Mercedes itu mengaku dirinya semakin jauh dari persaingan juara dunia.

“Kimi jelas mengendalikan kejuaraan dan pantas berada di posisi itu. Aku tidak memikirkan comeback (menyalip Antonelli, Red). Aku hanya fokus menjalani balapan satu per satu dan memaksimalkannya setiap akhir pekan,” kata Russell seperti dilansir dari Motorsport.

Di sisi lain, Antonelli tidak ingin terlalu memikirkan keunggulan tersebut.

“Hal-hal bisa berubah dengan sangat cepat. Jadi, aku tidak ingin melihat selisih 66 poin itu. Aku hanya ingin fokus pada setiap balapan,” tutur pembalap kelahiran Bologna 20 tahun lalu itu.

“Bantuan” VSC

Antonelli lumayan diuntungkan di awal balapan. Dia bisa naik dari posisi ke-19 ke posisi ke-12 karena kecelakaan yang dialami pembalap Ferrari Charles Leclerc. Balapan pun dihentikan pada akhir lap kedua. Saat restart, dia merangsek ke enam besar dan kemudian terlibat persaingan dengan Russell dan Max Verstappen (Red Bull) di barisan depan.

Momen penting kemudian terjadi pada lap ke-27 saat VSC (Virtual Safety Car) keluar. Antonelli memanfaatkan kesempatan itu untuk masuk pit dan mengganti ban medium. Sementara Russell yang berada di posisi terdepan tetap bertahan dengan ban hard.

Russell menilai, VSC memberi “bantuan” kepada Antonelli.

“VSC datang pada waktu yang sangat tepat bagi pembalap yang ingin melakukan pit stop. Saya merasa berada dalam posisi yang bagus. Akan menarik melihat hasilnya jika VSC tidak muncul,” keluh Russell.

Dilema Strategi

Di luar VSC, Mercedes belum yakin dengan strategi antara satu kali pit stop Russell atau dua kali pit stop Antonelli.

“Software menunjukkan, strategi satu kali pit stop masih akan lebih cepat, sedangkan strategi dua kali pit stop mulai mendekat tetapi belum cukup untuk mengejar,” kata Team Principal Mercedes Toto Wolff kepada Autosport.

Antonelli pada akhirnya bisa terus memangkas jarak dengan Russell. Dari lebih dari 10 detik pada lap ke-37, menjadi kurang dari satu detik pada lap ke-47. Dia kemudian mencoba menyalip Russell di chicane pertama pada lap ke-49, tetapi melebar hingga masuk gravel.

Satu lap kemudian, Antonelli kembali menyerang dan berhasil melewati Russell untuk merebut posisi terdepan. Pembalap yang debut F1 tahun lalu itu akhirnya menang dengan selisih 3,857 detik sekaligus meraih kemenangan ketujuh musim ini.

Akhiri Rekor Scarfiotti

Kemenangan di Monza membuat Antonelli tercatat sebagai pembalap Italia pertama yang memenanginya sejak Ludovico Scarfiotti pada 1966.

“Aku tidak menyangka bisa menang. Ini luar biasa, seperti mimpi yang menjadi kenyataan,” ucap Antonelli dikutip dari Sky Sport Italia. 

KLASEMEN SEMENTARA PEMBALAP (13 dari 23 seri)

  1. Kimi Antonelli (Mercedes) – 267 poin

  2. George Russell (Mercedes) – 201

  3. Lewis Hamilton (Ferrari) – 191

  4. Lando Norris (McLaren) – 171

  5. Charles Leclerc (Ferrari) – 155

  6. Max Verstappen (Red Bull) – 127

  7. Oscar Piastri (McLaren) – 116

  8. Isack Hadjar (Red Bull) – 71

  9. Liam Lawson (RB/Red Bull) – 51

  10. Pierre Gasly (Alpine) – 41

KLASEMEN SEMENTARA KONSTRUKTOR (13 dari 23 seri)

  1. Mercedes – 468 poin

  2. Ferrari – 346

  3. McLaren – 287

  4. Red Bull – 204

  5. Racing Bulls – 75

COMEBACK TERJAUH DALAM SEJARAH F1

KIMI Antonelli tercatat sebagai pembalap dengan posisi start terjauh kedua yang mampu memenangi balapan F1. Dia menyamai Bill Vukovich yang juga menang dari P19 pada 1954 dan hanya kalah oleh John Watson yang comeback dari P22 pada 1983.

  1. John Watson
    GP AS Barat 1983
    P22

  2. Kimi Antonelli
    GP Italia 2026
    P19

  3. Bill Vukovich
    Indianapolis 500 1954
    P19

  4. Rubens Barrichello
    GP Jerman 2000
    P18

  5. Kimi Raikkonen
    GP Jepang 2005
    P17

  6. Max Verstappen
    GP Sao Paulo 2024
    P17

  7. Michael Schumacher
    GP Belgia 1995
    P16

  8. Jackie Stewart
    GP Afrika Selatan 1973
    P16

EDITOR: Hendra