JawaPos.com - Dua harapan pecatur muda Indonesia Duta dan Laysa tumbang di Duel Match JAPFA Chess Festival 2026.
MI Satria Duta Cahaya dan MIW Laysa Latifah kalah telak dari lawannya, Sabtu (5/9) siang di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta.
Duta menyerah 3-7 dari pecatur Vietnam MI Dau Khoung Duy. Sementara Laysa keok 2-8 atas WGM Xeniya Balabayeva dari Kazakhstan.
Baca Juga: Rafalentino Ali Da Costa/Ethan David Zapp Gagal Juara Turnamen Tenis Internasional di Bali
Duta Kena Mental di Catur Kilat
Pada duel putra, Duta hanya mampu menambah 0,5 poin kemenangan di babak ke-7. Sisanya, di babak 6, 9, dan 10, dia harus mengakui keunggulan jagoan Vietnam.
“Khoung Duy juga hebat catur blitz-nya, meski telah berupaya bermain maksimal,” ujar Duta usai pertandingan.
Pengamat catur Kristianus Liem mengaku tak menyangka.
Baca Juga: Bhayangkara FC Ditahan Persebaya 1-1, Oscar Bruzon Siapkan Evaluasi untuk Laga Berikutnya
“Saya sama sekali tak menduga, Duta kalah 1-3 di catur kilat. Karena kemarin di catur cepat, dia bisa mengimbangi permainan Khoung Duy,” kata Kristianus Liem.
Menurut Kris, Duta sudah kena mental di catur kilat.
“Kalau pecatur sudah kena mental, sulit mengatasinya. Satu-satunya cara adalah jorogin dia melawan pecatur yang kualitasnya di atasnya,” tegas mantan Kabidbinpres PB Percasi itu.
Hal serupa juga terjadi pada Laysa. Dari 4 babak catur kilat, dia kalah 0-4 dari Xeniya.
“Kebanyakan pecatur Indonesia memang seperti itu. Ketika menang, mereka senang. Tapi begitu kena pukul, langsung down, sulit bangkit,” tandas Kris.
Gilbert Juara Kelompok Open
Kabar baik datang dari kelompok Open.
Baca Juga: Bramantyo Juara di Bali, Lolos ke Grand Final Turkish Airlines World Cup di Turki
MI Gilbert Elroy Tarigan dari DKI Jakarta dipastikan jadi juara setelah mengumpulkan 7,5 VP.
Kepastian itu didapat setelah Gilbert menahan remis rekan Pelatnasnya, MI Arif Abdul Hafiz dari Jabar di babak 9.
Awalnya klasemen dipimpin senior MI Anjas Novita hingga babak 7.
Baca Juga: Duel Match Masih Hidup! Duta Imbangi Pecatur Vietnam 1-1
Namun di babak 8, Gilbert menyodok setelah mengalahkan MI Danny Juswanto dan langsung memimpin dengan nilai 7.
“ Saya bersyukur bisa tampil sebagai juara di kelompok open dalam JAPFA Chess Festival 2026. Hal itu dapat saya jadikan modal menuju Olimpiade catur,” ujar Gilbert sambil bercanda.
Posisi kedua ditempati MF Fabian Glen Mariano dari Bali dengan nilai sama 7,5 VP.
Baca Juga: Selangkah Lagi Rafalentino Ali Da Costa/Ethan David Zapp Gapai Gelar Juara
Gilbert unggul solkof. Peringkat 3 Arif Abdul Hafiz 7 VP, disusul Nayaka Budhiharma 7 VP, Zacky Diaulhaq 7 VP, dan Ahmad Fauzi 7 VP.
Utut: Kita Belum Punya "Pecatur Anand"
Usai coaching clinic, mantan Ketum PB Percasi GM Utut Adianto memuji JAPFA.
“JAPFA luar biasa, tak perlu dipertanyakan lagi sumbangsihnya bagi dunia catur di Tanah Air,” ucap Utut
Tapi menurut dia, Indonesia belum punya pecatur absolut kelas dunia.
Baca Juga: Kiandra Ramadhipa Bidik Perburuan Gelar Moto3 Junior Valencia
“Grand Master, Kita sudah punya sembilan. International Woman Grand Master sudah tiga. Yang belum, Kita belum memiliki pemain sekelas Anand. Itu tantangan Kita. Kalau Kita mempunyai pemain seperti Itu, Dia mengerek yang bawah,” tegas politikus PDIP itu.
Utut berharap pengurus baru Percasi menyiapkan konsep dan kontinuitas anggaran.
“Yang sangat Kita butuhkan adalah kontinuitas anggaran untuk mewujudkan munculnya sosok pecatur absolut kelas dunia,” tandas Utut.
Baca Juga: Duta dan Laysa Ditahan Remis, Shafira Pimpin Klasemen JAPFA Chess Festival
JAPFA Chess Festival 2026 diikuti sekitar 520 peserta dari 6 negara. Digelar 1-6 September dengan 14 kategori dan total hadiah Rp 298,9 juta.