← Beranda
Jersey Michael Jordan di Final NBA 1998 Dilelang, Harganya Diprediksi Tembus Rp 1,5 Triliun
Andre Rizal HanafiRabu, 26 Agustus 2026 | 19.11 WIB
Jersey Michael Jordan saat Chicago Bulls lawan Utah Jazz pada Gim 3 Final NBA 1998 bakal masuk meja lelang pada 15 September. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Jersey yang dikenakan Michael Jordan saat Chicago Bulls menghadapi Utah Jazz pada Gim 3 Final NBA 1998 bakal masuk meja lelang pada 15 September. 

Memorabilia bersejarah tersebut diperkirakan bisa terjual hingga 100 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,5 triliun.

Jika angka tersebut benar-benar tercapai, jersey Jordan itu berpeluang menjadi benda olahraga termahal yang pernah terjual dalam lelang.

Baca Juga: Tunggal Putri Indonesia Putri KW Turun ke Peringkat Tujuh Dunia BWF

Jersey putih tersebut memiliki nilai sejarah yang kuat.

Bukan hanya karena dikenakan salah satu pemain terbesar dalam sejarah NBA, tetapi juga karena digunakan pada musim terakhir Jordan bersama Chicago Bulls.

Musim 1997/1998 kemudian dikenal luas sebagai era Last Dance, periode terakhir Jordan bersama Bulls sebelum sang megabintang memutuskan pensiun dari NBA untuk kedua kalinya.

Baca Juga: Profil Jonatan Christie, Raja Baru Tunggal Putra Dunia dari Indonesia

Pada 7 Juni 1998, Bulls berhadapan dengan Jazz dalam Gim 3 Final NBA.

Pertandingan berlangsung sangat dominan untuk Chicago. Jordan dan kawan-kawan menutup laga dengan kemenangan telak 96-54.

Selisih 42 poin tersebut menjadi margin kemenangan terbesar dalam sejarah pertandingan Final NBA.

Jordan sendiri mencetak 24 poin dalam pertandingan tersebut.

Menariknya, dia hanya bermain selama 32 menit, durasi bermain paling sedikit yang dijalani Jordan dalam rangkaian play off 1998.

Kini, jersey tersebut berada di tangan investor olahraga sekaligus aktor Rob Gough.

Baca Juga: Jaring Bibit Unggul, Korem Wijayakrama Hasilkan Atlet Taekwondo Lewat Danrem Cup 2026

Dia mendapatkannya beberapa tahun lalu melalui sejumlah perantara.

Gough merupakan salah satu kolektor memorabilia olahraga.

Koleksinya tidak hanya berisi barang milik Jordan, tetapi juga benda bersejarah yang pernah digunakan sejumlah legenda olahraga seperti Kobe Bryant, Wilt Chamberlain, Tom Brady, dan Wayne Gretzky.

Baca Juga: AQUA Cup Badminton Solo 2026, Dorong Talenta Muda Indonesia Berkembang Lewat Kompetisi

Keputusan melelang jersey Jordan tersebut diambil karena Gough merasa benda itu layak mendapatkan tempat yang lebih besar dalam sejarah memorabilia olahraga.

Menurutnya, jersey tersebut bahkan memiliki daya tarik yang berbeda dibandingkan karya seni yang dia koleksi.

Setiap kali ada tamu datang ke rumahnya, perhatian mereka justru langsung tertuju kepada jersey Jordan.

Baca Juga: Siap Tembus Timnas, Begini Langkah CSC Athletes Dorong Industri Padel Nasional

Gough pun menyebut jersey tersebut sebagai bentuk “seni modern” yang baru. 

Harga yang diprediksi mencapai 100 juta dolar AS tentu bukan angka kecil.

Sebagai perbandingan, jersey Jordan yang digunakan pada Gim 1 Final NBA 1998 terjual seharga 10,1 juta dolar AS dalam lelang pada 2022.

Namun, jersey dari Gim 3 dianggap memiliki cerita yang lebih kuat karena dikenakan dalam kemenangan terbesar sepanjang sejarah Final NBA.

Baca Juga: Unity Cup 2026: Strategi PB PI Jaksel Dorong Padel Jadi Industri dan Wadah Prestasi Atlet

Gough juga memiliki alasan tersendiri dalam memilih memorabilia yang dia koleksi. 

Dia mengaku tidak tertarik membeli barang yang digunakan seorang atlet dalam pertandingan ketika sang pemain mengalami kekalahan.

Selain jersey para legenda olahraga, Gough sebelumnya juga dikenal setelah membeli kartu baseball Mickey Mantle tahun 1952 seharga 5,2 juta dolar AS pada 2021.

Baca Juga: Petenis Anthony Susanto Tak Terkalahkan di Fase Penyisihan Grup A Universal Tennis Rating Pro Tennis

Kini, jersey Jordan tersebut tinggal menunggu waktu untuk kembali menjadi pusat perhatian.

Lelang pada 15 September akan menentukan apakah memorabilia dari era terakhir Jordan bersama Bulls itu benar-benar mampu menembus angka fantastis 100 juta dolar AS.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah