JawaPos.com - Lolos ke semifinal dengan catatan sempurna berhasil ditorehkan petenis Indonesia Anthony Susanto pada turnamen Universal Tennis Rating Pro Tennis Tour di Nusa Dua Bali.
Empat kali kemenangan yang diraih dibabak penyisihan grup A, dengan tanpa sekalipun menderita kekalahan mengantarkan petenis berusia 29 tahun ini melaju ke babak 4 besar.
Pada laga terakhir Anthony Susanto berhasil menghentikan perlawanan Aarjun Pandit dengan dua set langsung.
Baca Juga: Petenis Renaldi Aquila Salim Gagal Raih Posisi Runner Up Grup UTR PTT di Bali
Bertanding di lapangan F, Bali Beach Country Club Nusa Dua Bali, Anthony Susanto tampil penuh percaya diri di set pertama, dan hanya kehilangan 2 game saja untuk menang 6-2.
Memasuki set berikutnya Aarjun Pandit yang mencoba meningkatkan intensitas serangan memaksa petenis tuan rumah ini baru dapat mematahkan servis lawan yang berasal dari India tersebut, pada game ke 7 untuk unggul 5-3.
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan di depan mata, di game ke 9 Anthony Susanto kembali berhasil mematahkan servis Aarjun Pandit, dan menutup laga dengan skor akhir 6-3 dalam tempo 1 jam 29 menit.
Baca Juga: KONI Klungkung Kirim 9 Atlet ke Kejurnas Menembak, Incar Emas di Nomor Air Pistol
Persiapan yang baik dan selalu fokus di setiap pertandingan baik dalam kondisi unggul maupun tertinggal, merupakan kunci sukses dalam memenangkan setiap pertarungan yang dijalani.
Dengan keberhasilan mencapai Semifinal UTR PTT Bali, kian memotivasi dan modal bagus bagi dirinya untuk berlaga lebih baik lagi pada seri M-15 mendatang, ungkap Anthony Susanto seusai pertandingan.
Selanjutnya di babak 4 besar besok dijadwalkan juara grup A Anthony Susanto akan bertemu juara grup C Alexander Chang.
Sedangkan penguasa grup D, Azuma Visaya menghadapi juara grup B Matthieu Perchicot untuk memperebutkan tiket ke final sekaligus penentuan peringkat 3 dan 4.
Sementara itu pada pertandingan terakhir penentuan peringkat di grup D, ambisi Renaldi Aquila Salim meraih kemenangan kedua untuk memperbaiki peringkatnya, akhirnya harus sirna setelah dipaksa menyerah oleh Maximus Zavier Wong.
Memiliki poin yang sama dengan raihan sekali menang dan dua kali kalah di fase penyisihan grup D, petenis Indonesia berusia 21 tahun ini tak kuasa menahan gempuran serangan serta menembus solidnya pertahan dari Maximus Zavier Wong, sehingga akhirnya takluk 2-6 dan 3-6 pada laga yang berdurasi 1 jam 28 menit.
Baca Juga: Festival Sepak Bola Rakyat Jadi Ruang Pembinaan Talenta Muda di Lima Kota
Dengan hasil tersebut Maximus Wong berhak menempati posisi ketiga di grup D, sedangkan Renaldi Aquila Salim harus puas di peringkat 4, satu tingkat di atas Ethan David Zapp.