← Beranda
Bawa Timnas Basket Raih Sejarah! Simak Catatan Prestasi Mendiang Tjetjep Firmansyah
Andika RachmansyahSabtu, 15 Agustus 2026 | 22.16 WIB
Almarhum legendaris pelatih basket indonesia, tjetjep firmansyah / Dok: IBL

 

JawaPos.com - Duka mendalam menyelimuti insan basket Tanah Air setelah pelatih legendaris Indonesia, Tjetjep Firmansyah dikabarkan meninggal dunia. 

Mendiang dikenal sebagai pelatih yang sukses, baik di level klub maupun tim nasional.

Tak perlu menjadi pemain nasional untuk menjadi pelatih hebat. Mungkin kata-kata ini tepat disematkan untuk mendiang Tjetjep Firmansyah. Karena kenyataannya, ia memang tak punya banyak catatan saat berkarier sebagai pemain profesiaonal.

Tjetjep Firmansyah tercatat hanya bermain di Mitra Guntur dan Satria Muda Jakarta. Sebagai pemain, namanya kalah besar dari dua saudara kandungnya, yakni sang kakak Bambang Hermansyah dan adiknya, Ali Budimansyah.

Baca Juga: Pelatih Basket Legendaris Indonesia Tjetjep Firmansyah Tutup Usia

Nama Tjetjep Firmansyah memang tak mentereng seperti dua saudara kandungnya itu semasa masih menjadi pemain, tapi namanya justru berkibar saat menjadi pelatih. Ia merupakan salah satu pelatih sukses yang dimiliki Indonesia.

Tjetjep Firmansyah mengawali kiprahnya dari level klub sebelum dipercaya menangani tim nasional. Karier awalnya di level klub terjadi ketika menangani Bogor Jaya pasca SEA Games 1989 di Malaysia. Ini menjadi langkah awal baginya untuk menjadi pelatih tim Pelatda PON 1993 Jawa Barat.

Pada PON 1993, Tjetjep Firmansyah sukses membawa Jawa Barat berada di peringkat ketiga. Dari situ, ia digandeng untuk menangani klub Satria Muda. Di luar dugaan, kakak dari Ali Budimansyah itu berhasil membawa Satria Muda finis empat besar Kobatama.

Baca Juga: Timnas Basket Putra Indonesia Kembali Hadapi Jepang dan Korea di Asian Games 2026

Keberhasilan itu membawanya dipercaya untuk menangani Timnas Basket Indonesia di Kejuaraan SEABA 1996 di Surabaya. Sihir Tjetjep Firmansyah pun berlanjut. Untuk pertama kalinya, Indonesia berhasil mengalahkan Filipina dan keluar sebagai juara Asia Tenggara.

Prestasinya di level tim nasional tak berhenti sampai disitu. Tjetjep Firmansyah berhasil membawa Indonesia meraih perunggu SEA Games 1999 di Brunei Darussalam, kemudian medali perak di SEA Games 2001 Kuala Lumpur, Malaysia.

Medali perak tersebut sekaligus menjadi catatan sejarah bagi dunia bola basket Indonesia. Untuk pertama kalinya, skuad Merah Putih berhasil menyabet medali perak dalam ajang SEA Games. Setelah itu, ia menghabiskan waktunya di level klub, sebelum akhirnya kembali dipercaya menangani tim nasional untuk SEA Games 2013.

Prestasi Tjetjep Firmansyah di level klub sangat gemilang ketika menangani Aspac. Tercatat ada empat gelar yang berhasil ia persembahkan untuk klub tersebut.

Baca Juga: Daftar Lengkap! Timnas Basket Indonesia Panggil 17 Pemain untuk Prakualifikasi FIBA Asia Cup 2029

Empat gelar yang dipersembahkan Tjetjep Firmansyah untuk Aspac yakni Kobatama pada musim musim 2000/2001 dan 2002/2003, serta dua gelar IBL pada 2003/2024 dan 2005/2006. Diketahui, klub terakhir yang ditangani olehnya adalah Garuda Bandung pada tahun 2014, setelah memimpin Timnas Basket Indonesia di SEA Games 2013 Myanmar.

Kepergian Tjetjep Firmansyah tentu menjadi kehilangan besar bagi dunia basket Indonesia. Almarhum diketahui mengembuskan napas terakhir pada usia 67 tahun di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Sabtu (15/8/2026) pukul 10.00 WIB.

EDITOR: Banu Adikara