JawaPos.com - Kejutan diciptakan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum di sektor ganda putri. Mereka sukses menyingkirkan unggulan kedua asal Tiongkok, Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, dalam dua gim langsung 24-22, 21-17.
Kemenangan pada babak 32 Besar China Open itu terasa spesial. Sebab, mereka menang pasangan unggulan di hadapan publik tuan rumah. Rachel/Febi juga mampu tampil tenang pada momen-momen krusial, terutama saat merebut gim pertama yang berlangsung ketat.
"Kami belajar dari dua kekalahan sebelum ini. Jadi tadi (kemarin) dari awal coba langsung meningkatkan hawa mainnya dan fokus untuk menyerang duluan," ujar Febi.
Meski meraih kemenangan penting, Febi menilai masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Dia berharap jumlah kesalahan sendiri bisa ditekan agar penampilan mereka semakin konsisten pada babak berikutnya.
"Untuk besok (hari ini) kami masih harus mengurangi kesalahan-kesalahan sendiri," lanjutnya.
Rachel menambahkan, kondisi lapangan yang berangin justru mampu dimanfaatkan dengan baik. Menurutnya, dia dan Febi sudah memiliki pola permainan yang tepat saat menghadapi situasi menang maupun kalah angin. "Kami sudah tahu harus bermain seperti apa, baik saat kalah ataupun menang angin. Puji Tuhan bisa berjalan dengan baik hari ini," ucap Rachel.
Alwi Alihkan Fokus ke Kejuaraan Dunia
DI sisi lain Alwi Farhan harus terhenti lebih cepat. Alwi tersingkir pada babak 32 Besar setelah dikalahkan wakil India Ayush Shetty dengan skor 17-21, 21-5, 17-21 di Olympic Sports Center Gymnasium, kemarin (22/7).
Alwi mengakui gagal mengembangkan permainan terbaiknya. Kondisi lapangan yang berangin membuat strategi yang telah disiapkan tidak berjalan sesuai rencana.
"Kondisi lapangan di sini memang sangat berangin. Jadi agak tricky untuk menerapkan pola permainan. Ayush berubah sangat banyak dari permainan depannya. Variasinya beberapa kali membuat saya tidak merasa nyaman," ujar Alwi.
Baca Juga: Rogerio China Sudah Ikuti Instagram Persebaya Surabaya, Green Force Bakal Tambah Kekuatan Lini Depan
Kekalahan tersebut menjadi evaluasi penting bagi Alwi, terutama dalam menghadapi jadwal turnamen yang berlangsung beruntun. Dia menilai pemulihan kondisi fisik dan mental harus lebih cepat agar mampu tampil konsisten.
Alwi juga tak ingin larut dalam kekecewaan. Dia segera mengalihkan fokus untuk persiapan menghadapi Kejuaraan Dunia. "Setelah ini saya akan langsung alihkan fokus ke depan untuk Kejuaraan Dunia," tegasnya.