← Beranda
Jonatan Christie Kalah karena Telat Adaptasi Shuttlecock, Tumbang di Babak 32 Besar Japan Open 2026
Rizky Ahmad FauziRabu, 15 Juli 2026 | 11.37 WIB
Jonatan Christie tumbang di babak pertama Japan Open 2026 (Dok: PBSI)

JawaPos.com – Jonatan Christie harus pulang lebih awal dari Japan Open 2026. Jojo—sapaan akrabnya—tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari wakil Thailand, Panitchapon Teeraratsakul, dalam dua gim langsung 16-21, 14-21 di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Selasa (14/7).

Jojo mengungkapkan, kondisi shuttlecock saat pertandingan berbeda dibandingkan ketika sesi uji coba lapangan.

"Hari ini (Selasa), jauh lebih kencang, jauh lebih cepat juga lajunya. Jadi tadi sebenarnya sedikit berubah cara main dan pola strateginya. Tapi saya masih kurang bisa mengatasi perubahan cara bermain itu," ujarnya.

Selain itu, juara Asian Games 2018 tersebut mengakui terlambat bereaksi dan beradaptasi, terutama pada gim kedua.

"Sempat ambil beberapa poin beruntun, tapi selisihnya sudah terlalu jauh sehingga cukup sulit untuk mengejar. Hari ini (Selasa) Panitchapon juga bermain lebih agresif," akunya.

Jojo menilai gaya permainan lawannya sebenarnya tidak jauh berbeda saat keduanya bertemu di Indonesia Open.

"Tapi di sini (Japan Open), dengan kondisi shuttlecock seperti tadi, membuat dia lebih nyaman bermain dengan karakter yang lebih menyerang," tuturnya.

Sementara itu, ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari sukses mengatasi wakil Taiwan, Chang Ching Hui/Yang Ching Tun, dengan skor 21-16, 21-8.

Trias menuturkan, pada awal gim pertama mereka masih mengikuti pola permainan lawan. Namun, setelah itu permainan mulai berubah.

Baca Juga: MotoGP: KTM Masih Cari Penyebab Mesin Mati Mendadak, Motor RC16 Pedro Acosta Hilang Tenaga

Febriana menambahkan, selepas interval gim pertama, mereka mengubah pola dan tempo permainan dengan tidak lagi mengikuti ritme lawan.

"Itu cukup berhasil dan kami lanjutkan di gim kedua. Lawan yang banyak bermain panjang bisa kami antisipasi," ujarnya.

Ana—sapaan akrab Febriana—juga mengakui kondisi shuttlecock berbeda dibandingkan saat uji coba lapangan.

"Laju shuttlecock agak kencang, mungkin karena hari ini (Selasa) terasa ada hembusan angin," katanya.

Pada babak berikutnya, Febriana/Meilysa akan menghadapi pasangan unggulan Tiongkok, Liu Sheng Shu/Tan Ning, pada Kamis (16/7).

"Kami ingin bermain bagus. Harus fokus sejak awal pertandingan," harap Trias. 

EDITOR: Hendra