← Beranda
Rafalentino Juara, Gwen Emily Runner Up Jakarta International Tennis Academy
Latu Ratri MubyarsahSenin, 13 Juli 2026 | 13.14 WIB
Jakarta International Tennis Academy (JITA) kembali menggelar babak final J60 Jakarta. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Jakarta International Tennis Academy (JITA) kembali menggelar babak final J60 Jakarta – ITF World Tennis Tour Juniors 2026 di Lapangan Tenis Hotel Borobudur Jakarta pada Minggu (12/7). 

Turnamen internasional yang berlangsung pada 5–12 Juli 2026 ini menjadi ajang pembinaan sekaligus kompetisi bagi petenis junior dunia untuk memperebutkan poin peringkat International Tennis Federation (ITF). Setelah J60 berakhir, rangkaian kompetisi akan berlanjut dengan J30 Jakarta yang diselenggarakan pada 12–19 Juli 2026 di lokasi yang sama.

Pada partai final tunggal putra, unggulan pertama asal Indonesia Rafalentino Ali Da Costa berhasil menundukkan wakil Korea Selatan Oh Dongyun 3-6, 7-6 (8), 7-6 (6). Sementara di final tunggal putri mempertemukan unggulan ketiga asal Tiongkok Xiao Siyun melawan unggulan kedelapan Indonesia Gwen Emily Kurniawan 6-0, 6-4. 

Baca Juga: Jadi Global Brand Amabassador HGI, Luis Figo Bawa Misi untuk Olahraga Lebih Inklusif dan Cerminkan Pemikiran Strategis

Rafalentino menuturkan, di set pertama lawan bermain cukup baik dan dia pebih banyak mati sendiri. Namun, di set kedua dan ketiga bisa berjuang lebih keras untuk membalikkan keadaan. Khsusunya di set ketiga sempat tertinggal 4-6.

“Cuma mikir tidak mau kalah dan bikin semua bola masuk hingga menang 10-8,” ucap dia.

Di set ketiga tak kalah lika liku. Sempat unggul 5-2 sempat down hingga tertinggal 5-6. “Saat 5-6 saya meiliki return yang bagus dan coba seperti set kedua aja jangan kalah dan akhirnya menang,” imbuh dia tersenyum.

Baca Juga: Atlet Muda Berkualitas Mulai Bermunculan, PBPI Bidik Olimpiade 2032

Diainggung terkait menjadi unggulan pertama apakah menjadi ebban, dia mengaku tak demikian dan bermain nothing to lose dan fokus dari pertandingan pertama hingga final. Dia berharap dari event ini bisa menambah kepercayaan diri hingga tembus ke top 100. “Sekarang di 198,” tutur dia.

Menurut dia, event ini penting karena banyak  pemain luar yang memguat pemain Indonesia lain bisa menambah jam terbang dan pengalaman bertanding. “Jadi mainnya bisa lebih bagus,” sebut dia.

Sementara Xiao Siyun mengaju di set pertama bermain baik dan bisa mengeksekusi bola dengan benar. Hanya saja, di set kedua, dengan cuaca yang kebih panas sempat membuat fokunya menurun dan mampu dimanfaatkan opponent. “Itu membuatku cukup tertekan, tapi syukurnya bisa menyelesaikan dengan baik,” terang yang didampingi sang pelatih.

Selain menghadirkan persaingan kompetitif, penyelenggaraan turnamen ini juga menerapkan standar regulasi ITF World Tennis Tour Juniors, termasuk kebijakan Off-Court Coaching yang memperbolehkan pelatih memberikan arahan dari area yang telah ditentukan secara terbatas dan sesuai ketentuan resmi ITF. Penerapan regulasi tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan pertandingan yang profesional, adil, dan berstandar internasional.

Revel Yehezkia, Tournament Director sekaligus Head Coach and Business Developer JITA mengatakan, turnamen ini menjadi wadah penting bagi petenis muda Indonesia untuk memperoleh pengalaman bertanding di level internasional tanpa harus keluar negeri.

“Kami bersyukur J60 Jakarta kembali berlangsung dengan lancar dan menghadirkan persaingan yang berkualitas. Kehadiran petenis dari berbagai negara menjadi pengalaman berharga bagi atlet-atlet muda Indonesia sekaligus bagian dari upaya JITA dalam mendukung pembinaan tenis nasional. Melalui penyelenggaraan J60 yang dilanjutkan J30, kami berharap semakin banyak atlet Indonesia memperoleh kesempatan bertanding di level internasional,” ujar Revel.

Baca Juga: Hasil Moto3 Jerman 2026: Veda Ega Pratama Bangkit Dramatis, Finis Posisi 8 usai Start dari Urutan 13

JITA yang berdiri sejak 1981 terus berkomitmen mengembangkan pembinaan tenis usia dini hingga junior melalui program pelatihan berstandar internasional. Penyelenggaraan turnamen ITF secara rutin di Hotel Borobudur Jakarta diharapkan semakin memperkuat ekosistem tenis Indonesia, meningkatkan daya saing atlet muda nasional, sekaligus memperkokoh posisi Indonesia sebagai salah satu tuan rumah penyelenggara turnamen tenis junior internasional di kawasan Asia.

“Kami senang dengan hasilnya, ada representasi dari Indonesia yang masuk final. Itu tujuan kami memang memberikan kesempatan bagi anak Indonesia supaya bisa dapat poin tanpa harus berangkat keluar negeri. Jadi lebih murah dan pemain bisa mendapat exposure dengan melawan petenis luar negeri dan mendapat poin internasional,” kata dia.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah