← Beranda
Dari 3 Klub di 2021 jadi 293 Klub di 2025: Demam Padel Belum Surut, Turnamen Komunitas Kian Bermunculan
Banu AdikaraSabtu, 27 Juni 2026 | 21.26 WIB
Ilustrasi padel, olahraga raket yang mulai digemari di Indonesia. (Istockphoto)

 

JawaPos.com – Popularitas padel terus menanjak di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Olahraga raket yang menggabungkan unsur tenis dan squash ini kini tidak lagi identik dengan komunitas tertentu, tetapi mulai digemari masyarakat luas, dari kalangan profesional hingga anak muda.

Pertumbuhan tersebut terlihat dari semakin banyaknya lapangan, klub, hingga penyelenggaraan turnamen di berbagai kota.

Laporan Core & Court yang dirangkum Databoks menunjukkan jumlah klub padel di Indonesia melonjak dari hanya 3 klub pada 2021 menjadi 293 klub pada 2025. Dalam periode yang sama, jumlah lapangan meningkat dari 15 menjadi 947 lapangan, sementara jumlah pemain diperkirakan telah melampaui 20 ribu orang, menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar padel dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.

Baca Juga: Irak Hancur di Piala Dunia 2026, Graham Arnold Harap Timnya Petik Pelajaran Berharga

Tren serupa juga terjadi secara global. International Padel Federation (FIP) mencatat jumlah pemain padel di dunia telah melampaui 35 juta orang. Dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah klub tumbuh 16,1 persen, lapangan bertambah 15,2 persen, dan anggota federasi nasional meningkat 42 persen, menandakan olahraga ini terus berkembang di berbagai negara.

Di tengah tren tersebut, berbagai turnamen komunitas mulai bermunculan, salah satunya GP NasDem Padel Cup yang digelar di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

GP NasDem Padel Cup digelar Garda Pemuda (GP) NasDem di Margot Padel, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2026). (Istimewa)
GP NasDem Padel Cup digelar Garda Pemuda (GP) NasDem di Margot Padel, Jakarta Selatan, Sabtu (27/6/2026). (Istimewa)

Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Rajiv Singh dalam keterangannya menilai padel tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga ruang yang mampu mempertemukan berbagai komunitas.

Baca Juga: Meski Cetak Hattrick untuk Timnas Prancis, Ousmane Dembele Lebih Suka Performanya Lawan Senegal dan Irak

"Bagi saya, olahraga khususnya padel bukan hanya tentang menang atau kalah. Lebih dari itu, olahraga mengajarkan sportivitas, disiplin, kerja sama, dan semangat untuk terus berkembang," kata Rajiv.

Menurutnya, semakin banyak turnamen padel dapat membuka ruang kolaborasi sekaligus mendorong masyarakat menjalani gaya hidup yang lebih aktif.

"Turnamen ini menjadi wadah untuk menjalin kolaborasi, mempererat persaudaraan, serta mengajak masyarakat hidup lebih sehat," tutupnya.

EDITOR: Banu Adikara
Tags:padel