← Beranda
Setelah Kejurnas, Pertacami Persiapkan Asian Games dan Kejuaraan Internasional Lain
Latu Ratri MubyarsahMinggu, 21 Juni 2026 | 20.59 WIB
Kejurnas MMA PB Pertacami rampung digelar di JSI Resort Megamendung, Bogor, 19-20 Juni 2026. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Kejuaraan Nasional MMA yang diselenggarakan Pengurus Besar Persatuan Tarung Campuran Indonesia (PB Pertacami) rampung digelar di JSI Resort Megamendung, Bogor, 19-20 Juni 2026. Ajang tahunan yang bertujuan untuk menjaring atlet-atlet muda potensial menuju Pelatnas ini diikuti 129 atlet dari puluhan klub di 12 provinsi.

Mereka bertanding dalam empat kategori, yaitu Senior, U-18, U-16, dan U-14, dengan total 21 nomor pertandingan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 58 atlet berasal dari kelompok junior dan 70 atlet dari kategori senior.

Ketua Umum Pertacami Tommy Paulus Hermawan mengaku puas dengan hasil kejurnas itu. Dari hasil penjaringan di Kejurnas, tim pelatih sudah mengantongi nama-nama atlet yang akan diambil dan dikembangkan di Pelatnas.

Baca Juga: Bos Honda Team Asia Ngomel! Hiroshi Aoyama Evaluasi Usai Veda Ega Pratama Start P20 di Moto3 Ceko 2026

”Hasil dari Kejurnas ini akan disiapkan untuk mengikuti sejumlah kejuaraan internasional. Kalau bicara setelah event nasional ini, berarti berikutnya kita bicara kontinental, benua, jadi bulan depan ada Kejuaraan GAMMA Asia di Kuala Lumpur, atlet-atlet kita akan ikut bertanding di sana,” ujar Tommy.

Pria yang juga menjabat sebagai Presiden GAMMA (Global Association of Mix Martial Arts) itu menuturkan, setelah event ini ada beberapa kejuaraan penting yang diikuti. Di antaranya Asian Games Jepang, Asian Indoor and Martial Arts Games (AIMAG), dan akhir tahun ada GAMMA World Championship.

Sementara itu, Pelatih Timnas MMA Indonesia Marcos Tulio Machado mengatakan, ada beberapa seleksi untuk atlet-atlet Indonesia sebelum tampil di kompetisi.

Baca Juga: Prediksi Timnas Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Jaga Peluang Lolos Babak 32 Besar

”Semua atlet kami persiapkan untuk semua kompetisi. Setiap kali kompetisi tiba, kami melakukan persiapan. Bukan hanya untuk satu kompetisi saja. Tapi tentu saja kami memiliki beberapa seleksi dan beberapa petarung yang cerdas,” ungkap Marcos Tulio Machado.

Marcos menilai secara kualitas sudah banyak meningkat ketimbang edisi 2024. ”Atlet-atlet kita sudah meningkat pesat. Olahraga baru yang masih punya jalan panjang untuk berkembang. Sekarang ini akan memberi dukungan yang bagus, peningkatan yang signifikan di sisi lain,” ucap Marcos Tulio Machado.

Salah seorang atlet yang meraih medali emas adalah M Zaki Mutashim dari Satria Negara Camp di kelas senior MMA Male kelas 56,7 kg. Di babak final, dia mengalahkan M Sabil Hamzah Sopian dari Young Warrior 67.

Zaki tampil luar biasa dengan satu mata sebelah kanan bengkak karena kena bogem dari Faisal Giru di babak semifinal. Di babak final, dia seperti bermain dengan sebelah mata.

Lantas, apa resep kemenangannya? ”Ya alhamdulillah ini karena persiapan baik. Kadi meskipun mata beginin maju terus pantang mundur,” kata Zaki.

Zaki beruntung karena mendapat pendamping dari senior dan pelatih Ronald Siahaan yang kenyang asam garam pertarungan di pinggir oktagon. “Ya saya ikut mendampingi. Meskipun kami hanya kirim satu atet tapi gapapa yang penting pasti dia (juara),” ujar dia lantas tersenyum.

Baca Juga: Sambut Visi Presiden Prabowo, PB PASI Siap Akselerasi Prestasi Atletik Jangka Panjang

Mengenai tips dan motivasi apa yang diberikan di pigggir oktagon, Ronald menjawab sederhana. ”Rahasia dapurnya itu ada di tempat latihan. Jadi ini (di turnamen) tinggal bunga-bunganya.  Kerja kerasnya ada di latihan,” papar dia.

Satria Negara, sebagai pemilik camp menuturkan, hanya mengirim satu atlet di ajang ini. Sebab, banyak event yang dijalani fighters di ajang lain.

”Pertama memang ini dadakan. Kami membina di Jawa Barat ada Perprov. Atlet kami kembali ke cabang masing-masing. Ada yang kickboxing, wrestling dll. Jadi ya next kita kirim lagi,” papar Satria Negara.

Baca Juga: Hasil FP1 Moto3 Ceko 2026: Hakim Danish Tercepat, Veda Ega Pratama P22

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah