← Beranda
Atlet dari 14 Negara Ramaikan Turnamen Bulu Tangkis Senior Internasional di Indonesia
Rian AlfiantoSabtu, 13 Juni 2026 | 06.49 WIB
Turnamen bulu tangkis senior HUNDRED HOO HAA CUP 2026. (Istimewa)

 

JawaPos.com - HUNDRED HOO HAA CUP 2026 digelar di ICE BSD City Hall 1, Tangerang, Jumat (12/6). Menghadirkan peserta dari 14 negara dan sejumlah legenda bulu tangkis dunia, ajang ini menjadi salah satu turnamen bulu tangkis senior internasional terbesar di Indonesia.

Turnamen ini sekaligus menunjukkan semakin berkembangnya kompetisi olahraga bagi atlet veteran dan komunitas bulutangkis lintas generasi. Sebanyak 25 lapangan digunakan secara bersamaan untuk menggelar pertandingan yang diikuti pemain dari Brunei Darussalam, China, Kanada, Kolombia, Prancis, Hong Kong, Indonesia, Korea Selatan, Malaysia, Belanda, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, dan India.

Kehadiran peserta dari berbagai negara memperlihatkan meningkatnya daya tarik Indonesia sebagai tuan rumah kompetisi bulu tangkis senior berskala internasional. Turnamen ini tidak hanya menjadi arena persaingan atlet berpengalaman, tetapi juga wadah mempertemukan komunitas bulu tangkis dari berbagai negara dalam satu kompetisi.

Baca Juga: Tim Padel ASC Resmi Diluncurkan, Bakal Datangkan Pelatih Spanyol Demi Bersaing di Kancah Dunia

Deretan Legenda Dunia Turun ke Lapangan

Atmosfer kompetisi semakin menarik dengan kehadiran sejumlah mantan pemain elite dunia yang masih aktif bertanding di kategori senior. Salah satunya adalah Brice Leverdez dari Prancis, mantan pemain peringkat 20 besar dunia BWF yang pernah tampil dalam tiga edisi Olimpiade, yakni London 2012, Rio 2016, dan Tokyo 2020.

Leverdez juga dikenal karena pernah menumbangkan legenda Malaysia Lee Chong Wei pada BWF World Championships 2017. Selain Leverdez, sejumlah nama internasional lain yang turut berpartisipasi antara lain Chang Wen-Sung (Taiwan), Ewe Hock Ong (Malaysia), serta Renu Chandrika Hettiarachchige (Sri Lanka).

Dari Indonesia, sejumlah legenda bulutangkis nasional ikut meramaikan turnamen ini, seperti Harijanto Arbi, Flandy Limpele, Bobby Ertanto, Joko Suprianto, Bambang Suprianto, Tri Kusharjanto, dan Zelin Resiana.

Baca Juga: Perbanas Tantang UKSW, UBAYA Jumpa SCU di Final Campus League 2026

Kehadiran para mantan atlet elite tersebut memberikan warna tersendiri sekaligus menjadi bukti bahwa kompetisi bulu tangkis dapat terus berkembang tanpa dibatasi usia.

Pertandingkan Kategori Usia 35 Hingga 70 Tahun

HUNDRED HOO HAA CUP 2026 menghadirkan berbagai kategori pertandingan yang dirancang untuk mengakomodasi pemain amatir maupun profesional. Kategori usia yang dipertandingkan dimulai dari kelompok 35+ hingga 70+, mencakup nomor Tunggal Putra, Tunggal Putri, Ganda Putra, Ganda Putri, dan Ganda Campuran.

Selain itu, panitia juga menghadirkan sejumlah kategori khusus, seperti: 3 on 3 dengan total usia tim 120, 150, 180, dan 200 tahun. Combined Age kategori 90 dan 110 tahun. Kategori VVIP yang mempertemukan pasangan entrepreneur dengan pemain profesional. OPEN MAX.35 yang terbuka bagi peserta berusia di bawah 35 tahun tanpa batasan level kemampuan.

Format tersebut membuat turnamen tidak hanya menjadi ajang kompetisi senior, tetapi juga membuka ruang interaksi antara pemain lintas usia dan latar belakang.

Jadi Bukti Meningkatnya Minat Bulutangkis Senior

Tournament Director HUNDRED HOO HAA CUP 2026, Marlev Mainaky menyebut, kehadiran peserta internasional menjadi pencapaian penting bagi penyelenggaraan edisi perdana turnamen ini.

"Hari ini adalah bukti nyata bahwa mimpi kami terwujud. Melihat pemain dari belasan negara hadir dan siap bertanding membawa spirit dari asalnya masing-masing, itulah yang selama ini kami perjuangkan. Ini baru permulaan," ujar Marlev.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Pimpin PB WI, Targetkan Emas Wushu Asian Games 2026

Sementara itu, Co-Founder HUNDRED HOO HAA CUP 2026 Marcia Hutagalung menilai, turnamen ini menunjukkan luasnya ekosistem bulu tangkis Indonesia yang mampu mempertemukan pemain muda dan senior dalam satu panggung kompetisi.

"Ada energi yang luar biasa hari ini. Saya melihat para pemain dari luar negeri yang datang dan percaya pada apa yang kita bangun di sini dan itu bukan hal kecil. Di sisi lain, pemain-pemain muda Indonesia pun turun ikut meramaikan kategori OPEN MAX.35, dan bahkan bergabung bersama para pemain senior di kategori 3 on 3. Hal ini yang membuat suasananya berbeda dan menjadi bukti bahwa badminton Indonesia itu luas, hidup, dan tidak kenal batas usia," kata Marcia.

Dorong Indonesia Jadi Pusat Turnamen Bulu Tangkis Senior Dunia

Di luar pertandingan, penyelenggara juga menghadirkan berbagai aktivitas pendukung seperti bazar kuliner dan hiburan komunitas yang menambah semarak suasana turnamen.

Baca Juga: Quinn Peringkat T2, Eugene Posisi 10, Thailand Kawinkan Gelar di Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2026

Lebih dari sekadar kompetisi, HUNDRED HOO HAA CUP 2026 menjadi cerminan berkembangnya olahraga bulutangkis senior secara global. Kehadiran atlet dari berbagai negara sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi penting penyelenggaraan turnamen bulutangkis veteran dan senior di tingkat internasional.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah