← Beranda
Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari Inginkan Ada Hari Sepeda
Latu Ratri MubyarsahKamis, 4 Juni 2026 | 22.23 WIB
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari bersama komunitas sepeda Bike to Work untuk bersepeda. (Istimewa)

 

JawaPos.com - World Bycycle Day yang bertepatan pada 3 Juni dimanfaatkan Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari bersama komunitas sepeda Bike to Work untuk bersepeda. 

“Saya bersama-sama teman lama saya, komunitas yang dulu mengawali saya ketika lagi senang-senangnya bersepeda, yaitu Bike to Work. Bike to Work itu bukan organisasi, tapi sebuah gerakan,” ucap pria yang akrab disapa Okto itu.

Gerakan yang dimaksud adalah kesadaran untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi, bukan sebagai alat olahraga. “Nah ini teman-teman lama yang lebih dari 20 tahun bersama saya, dan hari ini (Rabu) kumpul, silaturahmi, sekaligus juga merayakan World Bicycle Day,” kata Raja Sapta Oktohari.

Baca Juga: Mien Uno Beber Kunci Bahagia Generasi Muda: Terima Diri dan Tetap Bersyukur

Dia menjelaskan, Bike to Work memiliki inisiatif yang sudah disampaikan Kemenpora tentang hari bersepeda nasional, yang diharapkan bisa ditetapkan pada 27 Agustus yang merupakan hari jadi Bike to Work.

Terkait progres, Raja Sapta Oktohari menuturkan, inisiatif ini sudah lama disampaikan, sejak Menproa yang sebelumnya, Dito Ariotedjo. “Cuma kemarin kami ingatkan kembali kepada Kemenpora, mudah-mudahan ini inisiatif bisa diteruskan. Karena ini keputusannya harus langsung dari Presiden,” terang Raja Sapta Oktohari.

“Harapannya ke depan, dengan situasi polusi yang semakin banyak, bukan hanya di Jakarta, atau di Indonesia, atau di dunia, dengan bersepeda, paling tidak ada sedikit kontribusi untuk memberikan hal yang baik kepada bumi kita,” tambah dia.

Baca Juga: Purbaya Bersiap Naik Haji Bersama Keluarga, Ngaku Masih Kesulitan Hafal Doa

Optimistis di Asian Games

Di sisi lain, Okto tetap optimistis dengan target pemerintah yang menyesuaikan di Asian Games 2026. Dari semula meraih 7 emas di edisi Hangzhou 2022 berubah menjadi target 4 emas di Nagoya 2026.

Target itu disesuaikan karena tiga nomor potensial tidak dipertandingkan. Ketiga nomor pertandingan tersebut yaitu 10m running target dan 10m running target mixed (menembak), serta traditional boat race.

Dari Kemenpora sudah mengeluarkan untuk anggaran pelatnas Asian Games 2026 yang menurun signifikan ketimbang edisi 2022. Dari semula Rp 389.819.933.817 kini menjadi Rp 81.040.244.006. 

“Jadi, melihat dan membaca pernyataan Menpora terkait dengan target (emas) Asian Games Games menjadi empat, NOC semakin optimistis bahwa cabang-cabang olahraga yang ikut ke Asian Games harus lebih maksimal untuk berjuang Membuktikan bahwa itu bisa jauh dilampui,” ujar Raja Sapta Oktohari.

Okto menyinggung soal bonus yang akan diterima oleh atlet pendulang medali di ajang multi event terbesar se-Asia tersebut. “Karena dengan begitu, pas pulang kita akan minta bonus lebih banyak lagi. Karena saya yakin dengan semangatnya dan antusias Bapak Presiden kalau SEA games saja bonus bisa dinaikin sebegitu jauh Apalagi Asian Games,” tutur dia.

Pada SEA Games sebelumnya bonus peraih medali naik dua kali lipat. Di peraih emas, misalnya. Dari semula di edisi 2023 sekitar Rp 500 juta menjadi Rp 1 Milliar.

Baca Juga: Rajutan Motif Nusantara Karya Nurul Dewi Harisbaya Tembus Event Nasional

Oleh sebab itu, dia meminta atlet tak berkecil hati dengan penyesuaian anggaran yang ada. “Justru ini menjadi semangat dengan penetapan target yang telah disampaikan. Kita buktikan bahwa Indonesia Tim Indonesia untuk Asian Games bisa mendapatkan emas yang jauh lebih banyak Untuk mendapatkan bonus yang lebih besar lagi,” ucap Raja Sapta Oktohari.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah